CATAT!!! Parkir di Terowongan Nur Mentaya Gratis Cuma Sampai Tanggal Ini

terowongan nur mentaya sampit
PADAT: Situasi lalu lintas padat dan macet di jalur Terowongan Nur Mentaya Sampit, Sabtu (24/12) malam lalu. (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan bekerja sama dengan Barisan Pertahanan Adat (Batamad) Kotim untuk menertibkan parkir motor dan mobil di sepanjang Terowongan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut. Pengunjung tak akan ditarik biaya parkir sampai puncak acara HUT Kotim Januari 2023 mendatang.

”Kami sudah merapatkannya bersama Batamad. Parkir di Terowongan Nur Mentaya belum ada yang mengelolanya. Untuk sementara dibantu Batamad menertibkan parkir kendaraan pengunjung,” kata Johny Tangkere, Kepala Dishub Kotim, Selasa (27/12).

Bacaan Lainnya

Untuk sementara, masyarakat yang berkunjung ke Kawasan Terowongan Nur Mentaya tidak dipungut atau tidak dikenakan biaya parkir. Batamad hanya membantu mengatur parkir motor dan mobil, serta menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan tersebut.

”Masyarakat yang berkunjung tidak dikenakan biaya parkir. Batamad hanya membantu pemerintah mengaturkan parkiran kendaraan dan menjaga ketertiban. Sampai hari jadi Kotim 7 Januari 2023, masyarakat yang berkunjung bebas biaya parkir,” katanya.

Baca Juga :  Dua Hari Dibawa Kabur, Lima Kali Pacar ”Digituin”

Sesuai rencana Bupati Kotim Halikinnor, pada perayaan HUT Kotim 7 Januari 2023 nanti, Pemkab Kotim akan menggelar pesta rakyat besar-besaran. Selama kegiatan, pemerintah akan menutup akses jalan tersebut.

Kendati demikian, setelah HUT Kotim Pemkab Kotim selesai, Pemkab Kotim tetap akan menata kawasan Terowongan Nur Mentaya. Mulai dari penataan pedagang kaki lima yang tidak boleh berjualan di atas trotoar, penataan parkir, dan pembenahan aspal jalan.

”Memang ada permohonan dari Batamad Kotim mereka ingin mengelola parkir selanjutnya. Khusus di Terowongan Nur Mentaya tidak melalui proses lelang. Bisa saja dengan penunjukan langsung. Lokasi lahan parkir alternatif sudah dirundingkan. Untuk teknisnya saya belum bisa menyampaikan sekarang, karena ini kewenangan Bupati Kotim,” ujarnya.

Sementara itu, penelusuran Radar Sampit, sebagian pengunjung mengaku ada yang dipungut biaya parkir. Sebagian lagi tak dikenakan tarif.

”Saya terpaksa bayar parkir karena ditagih. Mau tak mau saya bayar,” ujar Rahman, salah seorang pengunjung Terowongan Nur Mentaya. (hgn/ign)

Pos terkait