Dari Tenggelamnya Kapal Muatan Pupuk di Muara Sungai Mentaya 

Dihantam Gelombang Tinggi, Nakhoda dan ABK Selamat

kapal tenggelam
EVAKUASI: Petugas gabungan mengevakuasi delapan ABK yang tenggelam di Muara Sungai Mentaya, Kabupaten Kotim, Senin (28/8) malam. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

Kecelakaan pelayaran kembali terjadi di kawasan perairan Kabupaten Kotawaringin Timur. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

FAHRY-HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Kapal Layar Motor Berkat Sentosa Jaya bertolak dengan penuh percaya diri dari Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Mengangkut pupuk sawit dan delapan orang anak buah kapal (ABK), pelayaran awalnya berjalan lancar.

Petaka menyambangi ketika kapal tersebut sampai di muara Sungai Mentaya. Gelombang besar yang menghajar, membuat kapal tersebut langsung oleng. Air masuk dengan sangat cepat. Upaya membuang air yang dilakukan ABK, tak sebanding dengan derasnya air yang masuk.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Stasiun Meteorologi Haji Asan Kotawaringin Timur Senin (28/8) lalu, ketinggian gelombang berkisar satu hingga dua meter pada siang dan malam hari.

”Air laut masuk dengan cepat. Gelombang laut tinggi saat itu. Upaya membuang air menggunakan mesin pompa tidak membuahkan hasil, sehingga kapal akhirnya karam,” kata Direktur Ditpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Boby Pa’ludin Tambunan melalui Aipda Choirul Mahfud selaku Komandan KP XVIII-2006, Selasa (29/8).

Begitu mendapat laporan kapal tenggelam, menggunakan Kapal Polisi XVIII-2006 (KP), kapal patroli Daerah Aliran Sungai (DAS), langsung meluncur ke lokasi. Upaya penyelamatan juga dilakukan bersama TNI AL, KPLP, Basarnas, dan KSOP Sampit.

”Kondisi laut saat evakuasi normal. Kami bersyukur, semua ABK yang berjumlah delapan orang berhasil diselamatkan pada Selasa (29/8), sekitar pukul 00.15 WIB. Semua ABK selamat dan dalam keadaan baik. Saat ini sedang dalam proses pemulihan dan dilakukan identifikasi untuk data-data ke keluarga ABK untuk kami sampaikan. Untuk penyebab atau kerugian masih diselidiki,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas III Sampit Marjuki mengatakan, kapal yang tenggelam memiliki berat 438 Gross Ton (GT) dengan nakhoda Sahriadi dan tujuh ABK. Berlayar dari Pelabuhan Terminal Khusus PT Pupuk Kaltim Dermaga I Selatan, Bontang.

”Diduga kapal tenggelam di kedalaman lebih dari 15 meter, sekitar muara Sungai Sampit,” katanya.

Proses pencarian dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB. ”Sekitar pukul 17.45 WIB Speed boat KSOP Sampit, Boat Polairud dan Boat TNI Al Samuda sampai di muara. Namun, gelombang mencapai kurang lebih dua meter, sehingga RIB Basarnas yang lanjut menuju lokasi titik kejadian dan Tim SAR gabungan tetap siaga di Pos TNI Al Samuda pada pukul 19.00 WIB,” ujarnya.

Pada pukul 20.45 WIB, Basarnas mengevakuasi kru KLM Berkat Sentosa Jaya. Mereka diturunkan di Pantai Ujung Pandaran. ”Tepat jam 00.30 Selasa (29/8), seluruh ABK telah dinaikkan ke Dermaga Wisata Pantai Ujung Pandaran untuk menuju peristirahatan,” katanya.

Terkait kecelakaan laut tersebut, KSOP Kelas III Sampit mengeluarkan imbauan agar waspada berlayar di sekitar koordinat tersebut. ”Sehubungan gelombang tinggi, kapal nelayan dan niaga agar berhati-hati saat berlayar dan sebaiknya menunda pelayaran jika gelombang laut berisiko menimbulkan bahaya,” katanya. (***/ign)

Pos terkait