Dinsos Kotawaringin Barat Tak Punya Anggaran Tangani ODGJ

odgj ilustrasi
Ilustrasi ODGJ (net)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Tanpa anggaran yang memadai, Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak berdaya menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang beberapa bulan terakhir banyak ditemukan di  Pangkalan Bun dan sekitarnya.

Dengan kondisi kejiwaan yang terganggu, keberadaannya ada yang meresahkan masyarakat. Ada juga ODGJ yang mendapat simpati dari masyarakat. Salah satunya adalah ODGJ yang beberapa hari terakhir terlihat di luar pagar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Bacaan Lainnya
Gowes

Tanpa mengenakan baju, ODGJ yang tidak diketahui asal usulnya ini mengalami infeksi pada telapak kaki hingga jempolnya nyaris putus. Beberapa waktu yang lalu, ODJG itu telah ditangani oleh dinsos setempat. Rencananya akan diobati di puskesmas, namun lebi dulu menghilang.  Diduga ODGJ tersebut merupakan warga luar daerah yang sengaja dibuang ke Kobar.

Baca Juga :  Upaya Pemkab Kotim Atasi Masalah ODGJ Terlantar

Beberapa ODGJ ditemukan di Desa Runtu, dan ternyata merupakan warga Kalimantan Barat dan ada warga dari Banjarnegara dan telah dipulangkan ke daerah asalnya. Ada pula yang memilih kabur saat diamankan di rumah singgah.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat Aldrin A Tindan mengatakan, sejatinya dinas sosial sudah mengupayakan penanganan ODGJ, tetapi terkendala  anggaran. Dinas tidak bisa membuatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa  menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Terkait ODGJ yang nyaris putus jempolnya tersebut, kita bisa saja merujuk ke RSUD dan sebelumnya puskesmas memberitahu  kalau itu harus diamputasi,” ujarnya.

Dana darurat ada di DPKAD, namun sudah habis untuk penanganan orang terlantar. Sementara di dinsos tidak tersedia anggaran untuk ODGJ terlantar.

Ia juga menyebut dinsos dilematis dalam menangani ODGJ karena belum mempunyai sarana prasarana,  kecuali rumah singgah. “Mau dievakuasi kemana ODGJ tersebut karena kita belum punya sarana untuk itu, hanya rumah singgah yang tersedia,” pungkasnya (tyo/yit)

 



Pos terkait