Ditanya Alasannya Pamer Kelamin ke Anak SD, Jawaban Oknum Nakes Ini Bikin Geram

pamer kelamin
Ilustrasi. (net)

NANGA BULIK – Kasus dugaan penyimpangan seksual terhadap anak-anak yang terjadi di salah satu sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau membuat miris. Pelaku diduga memiliki kelainan jiwa. Oleh karena itu, pihak kepolisian berencana melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku.

”Kami akan lakukan tes kejiwaan ke dokter spesialis. Oknum nakes itu sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dia juga mengakui perbuatannya. Saat ditangkap tidak melakukan perlawanan,” kata Kapolres Lamandau melalui Kasat Reskrim Iptu I Wayan Wiratmaja, Kamis (10/2).

Bacaan Lainnya

Tindak pidana percabulan terhadap lima siswi SD itu terjadi Sabtu (22/1) lalu. Tersangka berinisial AM (34) merupakan salah satu oknum PNS tenaga kesehatan di Puskesmas di Kecamatan Lamandau.

”Korban sebanyak lima anak perempuan dan masih duduk di kelas 3 sekolah dasar, sebagaimana termuat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/13/I/2022/SPKT/Polres Lamandau/Polda Kalteng, tanggal 25 Januari 2022 lalu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Begini Perkembangan Terbaru Pengungkapan Pembunuhan Pasutri di Palangka Raya

Tersangka melakukan perbuatan cabul dengan memperlihatkan kemaluannya kepada para korban yang sedang berada di dalam kelas. Saat ditanya mengapa ia nekat melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut, tersangka hanya menjawab ”pengen aja”.

”Setelah kami lakukan serangkaian pemeriksaan dan dilakukan gelar perkara, akhirnya AM kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap tersangka, yaitu Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU atau Pasal 36 UU 44/2008 tentang Pornografi.

”Untuk saat ini tersangka beserta barang bukti berupa satu unit handphone telah diamankan di Polres Lamandau untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (mex/sla/ign)

Pos terkait