Enaknya Jadi Istri Ketiga, Utang Lunas, Masa Depan Terjamin

ambyar
Ilustrasi/Jujuk Suwandono/Radar Surabaya

Radarsampit.com – Banyak perempuan memilih menjadi istri yang setia. Tapi, tak sedikit pula perempuan nggak kuat derajat karena diiming-imingi harta oleh pria beristri.

Awalnya niat Karin, 39, mendekati Donjuan, 46, adalah agar rentenir itu memberi tenggat waktu jatuh tempo utang-utangnya.

Bacaan Lainnya

“Utang kami tidak sedikit, Mbak. Hampir seratus jutaan. Padahal awalnya dulu cuma sepuluh juta. Makin hari makin besar karena kami jarang nyicil, sementara bunga terus bertambah,” curhat Karin usai mendaftarkan gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, sepekan lalu.

Selanjutnya, rupanya pedekate Karin overdosis sampai Donjuan merasa krenyeng-krenyeng (berdetak). Akhirnya terjadilah serangan balik. Kini giliran Donjuan yang merayu Karin agar bisa bebas dari jerat utang.

Syaratnya ringan, gurih, dan bisa bikin gringgingen (kesemutan) sekujur tubuh. Yaitu, Karin harus menemani Donjuan keluar kota. Hanya sebentar, 1×24 jam.

Karin sempat risih. Tapi karena ia teringat utangnya yang Rp 100 juta itu, rasa risih itu ia buang jauh-jauh. “Cuman nemenin sehari tok utang lunas, tak pikir bukan hal yang berat,” sambungnya.

Baca Juga :  CATAT!!! Istri Wajib Jaga Kehormatan Suami

Akhirnya Karin pun mengabulkan syarat yang disampaikan Donjuan.
Di tanggal yang telah disepakati, Karin benar-benar berangkat menemani Donjuan ke Pasuruan.

Mereka benra-benar hanya berdua. Donjuan yang nyetir, Karin yang jadi navigatornya. “Aku nggak bilang ke suami mau pergi dengan Mas Juan. Aku cuman izin ke Pasuruan, gitu aja,” ungkap Karin, enteng.

Nah, sejak itulah hidup Karin berubah 360 derajat. Menjadi periang dan hobi keluar rumah.

Bahkan secara fisik, perubahan Karin juga sangat drastis. Karin menjadi semakian cantik, dan terlihat kalau tubuhnya kini seperti wanita-wanita yang menjalani perawatan. Mulus, putih, bersih dan glowing.

Rupanya, setelah sehari di Pasuruan dengan Donjuan, semua kebutuhannya terpenuhi.

Tidak hanya cukup malah, tapi berlebih. ’’Saya dibelikan perhiasan, sepeda motor, dan baju bagus. Saya juga dijanjikan akan dibelikan mobil mentereng asal mau dikawini dia,’’ ujarnya.



Pos terkait