GAWAT!!! Krisis Pangan Ancam Gumas

Truk Bahan Pokok dan BBM Tak Bisa Melintas

BANJIR: Bencana banjir yang masih terjadi di Bukit Rawi, Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Senin (13/9). (WARGA FOR RADAR SAMPIT)

KUALA KURUN – Banjir yang merendam jalan Palangka Raya-Kuala Kurun, tepatnya di Bukit Rawi, Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, membuat Kabupaten Gunung Mas terancam krisis pangan dan bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, truk pengangkut bahan pokok dan BBM tak bisa melintas.

”Kondisi jalan yang terendam banjir tidak bisa dilewati di Bukit Rawi, sehingga Gumas terancam krisis pangan dan sumber energi, seperti BBM dan kebutuhan lain. Truk tidak bisa menyuplai karena terhalang banjir,” kata anggota DPRD Kabupaten Gumas Untung Jaya Bangas, Minggu (12/9).

Bacaan Lainnya

Dia menuturkan, banjir yang terjadi diperkirakan akan berlangsung lama, karena setiap hari intensitas hujan di hulu Sungai Kahayan masih tinggi. Dia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Pemkab mencari solusi untuk mengatasi nyaris lumpuhnya jalur tersebut.

Salah satu solusinya, lanjut Untung, harus ada alternatif jalan lain menuju Kota Kuala Kurun. Salah satunya melalui Jalan Palangka Raya menuju kilometer 46 arah Tumbang Jutuh, selanjutnya ke Desa Linau, Kecamatan Rungan menuju Kuala Kurun. Kondisi ruas itu rusak parah sekitar 500 meter.

”Alternatif jalan lain, yakni dari Tumbang Jutuh menuju ke Tumbang Rahuyan, lalu ke Tewah dan Kota Kuala Kurun. Namun, jalan alternatif ini juga terendam banjir apabila intensitas hujan tinggi, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” katanya.

Politikus Partai Demokrat ini meminta Pemprov Kalteng segera memperbaiki Jalan Linau menuju Kuala Kurun sebagai alternatif jalan untuk mobilitas masyarakat mengangkut bahan kebutuhan pokok, BBM, dan kebutuhan lainnya.

”Apabila ini tidak segera dilakukan penanganan dan dengan melihat tingginya intensitas hujan yang hampir setiap hari, tidak menutup kemungkinan masyarakat Gumas akan kesulitan bahan pokok dan BBM,” katanya.

Terpisah, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa mengimbau pengendara roda empat dan dua untuk sementara waktu tidak melintas di ruas jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Palangka Raya dan Gunung Mas.

”Saya harapkan masyarakat sementara ini menahan diri terlebih dahulu untuk melintas di jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kota Palangka Raya dan beberapa kabupaten, seperti Gunung Mas, Barsel, Bartim dan lainnya, karena banjir cukup tinggi,” kata Sandi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *