Lokasi Pengungsian Mulai Dipadati Warga, GOR KBA Tampung Warga Dari Tiga Desa

pengungsi banjir
EVAKUASI: Korban banjir dari Desa Kumpai Batu Bawah saat tiba di lokasi pengungsian di Desa Kumpai Batu Atas. (Rinduwan/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Petugas gabungan penanganan banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat makin masif bergerak untuk menjemput warga menuju lokasi pengungsian.

Pasalnya banjir di wilayah tersebut makin tinggi dan membahayakan bila tetap nekat bertahan di rumah.

Bacaan Lainnya

Selain itu warga terdampak banjir juga mulai menyadari abhwa tempat tinggalnya sudah tidak aman lagi, sehingga mereka mendatangi lokasi pengungsian yang disediakan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa.

Namun sebagian besar warga terpaksa dievakuasi oleh tim BPBD maupun dari Satpol PP dan Damkar Kobar.

Hal ini tampak di lokasi pengungsian di Gedung Olahraga Desa Kumpai Batu Atas, warga dari Desa Tanjung Terantang, Tanjung Putri, dan Kumpai Batu Bawah silih berganti berdatangan ke lokasi pengungsian.

Tak hanya itu BPBD dan pemdes setempat juga telah menyiapkan tenda pengungsian sebagai tambahan guna antisipasi jika GOR desa tidak mampu menampung.

Baca Juga :  Kirim Rilis Lagi, Kemensos Tegaskan Beras Rusak Bisa Diganti

Kades Kumpai Batu Atas Sariyanto mengatakan bahwa pihaknya berinisiatif membuka tempat pengungsian di Gelanggang Olahraga Desa

“GOR kita ini lumayan besar dan cukup layak, jadi kita manfaatkan untuk lokasi pengungsian. Sejauh ini sudah ada warga dari tiga desa yang masuk ke lokasi pengungsian di desa kami,” katanya, Sabtu (22/10).

Dijelaskannya bahwa untuk jumlah pengungsi yang telah masuk hingga Sabtu (22/10) siang sekitar 170 kepala keluarga. Sedangkan GOR ini bisa menampung kurang lebih 500 jiwa.

“Jika nanti jumlahnya terus bertambah, kita manfaatkan fasilitas desa yang sekiranya memungkinkan untuk dijadikan lokasi pengungsian,” jelasnya.

Menurutnya lokasi Desa Kumpai Batu Atas ini berada di dataran tinggi sehingga relatif aman dari banjir. “Alhamdulillah sejak didirikan lokasi pengungsian, selain warga yang antusias untuk mengungsi karena rumahnya terendam banjir. Bantuan juga terus berdatangan,” ujarnya.

Pos terkait