Mediasi Gagal, Perkara Pengancaman dan Perampasan sampai Polres Kotim

ilustrasi senapan angin
Ilustrasi. (net)

SAMPIT, RadarSampit.com – Peristiwa pengancaman dan perampasan kendaraan bermotor yang dialami Kadi saat berjaga di perusahaan tambang Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menolak berdamai dengan pelaku. Dia bersama rekannya resmi melapor kejadian tersebut ke Polres Kotim Kamis (21/7) malam.

”Sudah kami laporkan ke Polres Kotim. Harapan kami, kasus ini ditindaklanjuti,” kata Karmanto, keluarga korban, Jumat (22/7).

Bacaan Lainnya

Karmanto menuturkan, laporan tersebut merupakan langkah pihaknya agar kepolisian bisa mengungkap pelaku, sehingga tidak menjadi ancaman bagi warga lainnya. ”Tinggal menunggu dari penyidik. Mudah-mudahan hukum tidak tumpul ke atas tajam ke bawah,” katanya.

Di sisi lain, dia mempertanyakan upaya mediasi yang akan dilakukan Polsek Telawang terhadap sekelompok orang yang diduga pelaku. Meski begitu, pihaknya siap dimediasi asalkan proses hukum  tetap berjalan.

Baca Juga :  Ancam Pakai Parang dan Bacok Korban, Pelaku Bilang Hanya Salah Persepsi

”Boleh saja dimediasi, tapi proses hukum harus tetap berlanjut. Pelaku harus bertanggung jawab dengan perbuatannya, karena kita negara hukum. Siapa pun harus tunduk terhadap peraturan hukum. Tidak boleh ada yang main hakim sendiri, apalagi melakukan aksi tidak terpuji seperti yang dialami korban,” katanya.

Kalaupun tidak bisa diproses di Polres, lanjut Karmanto, pihaknya akan membawa kasus itu ke Polda Kalteng. ”Kami akan cari keadilan hukum untuk persoalan ini, biar pun sampai ke Polda,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Telawang Ipda Rahmat Efendi mengatakan, mediasi  kesalahpahaman antarwarga di Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotim, batal dilaksanakan.

Pos terkait