Menelusuri Jalan Cristopel Mihing yang Kini Jadi Jalur Spesialis Dagang Ayam Potong

Keluhkan Penjualan Sepi, Pedagang Pasar Keramat Usulkan Penertiban Pedagang di Bahu Jalan

pedagang ayam
PEDAGANG DADAKAN: Jalan Cristopel Mihing yang kini menjadi pasar dadakan jualan ayam dan ikan di pinggir jalan, Kamis (30/5/2024) pagi. (HENY/RADAR SAMPIT)

Pasang surut pendapatan mulai dirasakan pedagang di Pasar Keramat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak faktor yang memengaruhi. Kondisi itu semakin memperihatinkan setelah banyaknya pedagang “liar” yang terkesan bebas berjualan di beberapa titik pinggir jalanan Kota Sampit.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Aktivitas jual beli tak hanya dilakukan di pasar. Demi menarik pelanggan, pedagang pendatang baru terutama pedagang ayam potong kini memilih berjualan di bahu jalan alias di tepian/pinggir jalan.

Setiap pagi sekitar pukul 06.00 WIB, sepanjang Jalan Cristopel Mihing banyak ditemukan pedagang ayam potong yang berjualan di pinggir jalan.

Hanya bermodalkan lapak meja kayu dan atap terpal alakadarnya bahkan ada yang tak beratap, pedagang menjemput rejeki sejak pagi hingga terik matahari mulai memanas.

Dari penelusuran Radar Sampit, pedagang ayam hanya berjualan hitungan jam sekitar 4-5 jam. Namun, menariknya sekitar 10 lapak pedagang ayam di sepanjang Jalan Cristopel Mihing kompak memasang label harga penjualan ayam sebesar Rp38 ribu per kilogram (ayam utuh) dan Rp40 ribu per kilogram (ayam potong).

Baca Juga :  Potongan Lagi, Pegawai Swasta Wajib Setor 3 Persen Gaji untuk Tapera

Tentu saja, hal ini memudahkan konsumen terutama pengendara yang lewat bisa mengetahui pasaran harga ayam potong tanpa harus menepikan kendaraannya, kecuali berminat membeli.

Tak hanya ayam, ada pula sekitar 7 pedagang ikan yang berjualan dipinggir Jalan Cristopel Mihing hanya menggunakan boks stereoform dan alat timbang.

Harga ayam dan ikan serta udang yang dipasarkan pedagang “dadakan” dipinggir jalan tersebut juga terjangkau dengan selisih harga Rp 3-5 ribu lebih murah dibandingkan harga ayam di dalam area pasar. Bahkan, ayam dan ikan nampak lebih segar.

Tak heran, banyak ibu-ibu berdaster yang berburu belanja ayam dan ikan lebih senang berbelanja di pinggir Jalan Cristopel Mihing dengan konsep belanja ala “Shoping Drive Thru” (kendara lewat).

”Harga enggak jauh beda dengan di pasar, malah lebih murah beli disini. Enggak perlu bayar parkir, tinggal setop kendaraan sebentar, jalan enggak terlalu jauh. Dekat sama rumah. Ayamnya juga dijual fresh, langsung dari pemotongan dan ikan-ikan yang dijual pedagang pinggir jalan juga segar,” kata Tiwi, pembeli ayam di Jalan Cristopel Mihing.



Pos terkait