Mengais Asa Setelah Dua Tahun Merana

Cerita Pedagang Bendera di Kota Pangkalan Bun

pedagang bendera 1
PEDAGANG BENDERA: Setelah dua tahun merugi akibat pandemi, kini pedagang bendera di Pangkalan Bun mulai meraup keuntungan. Salah satu pedagang bendera di Jalan Pangeran Antasari, Pangkalan Bun. (Koko Sulistyo/Radar Sampit)

Disebutkannya bahwa ia menjual berbagai ukuran bendera merah putih, umbul-umbul, backdrop serta bendera kecil yang sudah dimodifikasi dengan tangkai bendera sekaligus, sehingga terlihat lebih menarik.

Untuk bendera merah putih dari ukuran satu meter dengan harga ratusan ribu sampai yang termurah dengan ukuran kecil hanya Rp15 ribu.

“Untuk ukuran 120×50 saya jual Rp40 ribu, ukuran 90 x 30 harganya Rp35 ribu, umbul-umbul Rp35 ribu, background dari harga Rp300 ribu sampai ada yang harganya Rp400 ribu, kalau bendera merah putih yang kecil ini harganya Rp15 ribu,” terangnya.

Menurutnya sejak dua minggu yang lalu sudah ratusan bendera yang terjual dan ia sudah meraup omset jutaan rupiah. Penjualan yang bagus tersebut membuatnya bersemangat karena omsetnya meningkat dari sebelumnya.

Asep yang sudah berjualan bendera selama lima tahun itu mendapatkan barang dagangannya dengan sistem mengambil terlebih dahulu dari juragannya. Dan uang yang disetorkan sesuai dengan jumlah bendera yang terjual.

Tahun ini ia berharap dapat pulang kampung dengan membawa hasil lumayan, untuk itu ia sangat mengirit pengeluaran, bersama 12 temannya dari satu daerahnya ia menyewa barakan di Kelurahan Madurejo.

Baca Juga :  Cara Unik Gabungan Komunitas Berbagi Hewan Kurban

“Enggak apa-apa berdesakan, yang penting ada tempat berteduh dan lebih irit, harapan saya dapat membawa uang saat pulang ke kampung untuk keluarga,” pungkasnya (*/sla)

 

Pos terkait