Menyaksikan Sepasang Suami Istri Lansia Menjadi Mualaf

Sempat Gugup, Dituntun Bupati Kotim Halikinnor Membaca Syahadat

Mualaf
MUALAF: Pasangan lansia Nasrun dan Rusiani (65) asal Desa Parit, bersama cucunya Jeny Zaskia, resmi masuk Islam. (HENY/RADAR SAMPIT)

Hidayah datang bisa kapan saja. Seseorang yang muda maupun yang tua bisa mengalami gejolak batin yang mampu mengubah keyakinan seseorang untuk memeluk Islam dan meninggalkan agamanya terdahulu.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Hamparan karpet warna orens bermotif terasa luas. Karpet itu sengaja dibentangkan di atas lantai marmer Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kotim khusus untuk menyaksikan momen langka yang terjadi seumur hidup bagi kedua pasangan suami istri lanjut usia (lansia) bernama Nasrun (70) dan Rusiani (65) asal Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu.

Sekitar 15 anggota keluarga hadir menjadi saksi kedua pasutri lansia menjadi mualaf. Acara yang berlangsung singkat sekitar 30 menit itu berjalan lancar. Bupati Kotim Halikinnor secara langsung yang menuntun pasutri lansia membaca syahadat, Senin (3/6/2024) siang.

Keputusan Nasrun menjadi mualaf dilakukan dengan kesadaran penuh, tanpa paksaan. Ia didampingi istri yang sama-sama mengenakan pakaian putih duduk menghadap kearah Halikinnor.

Baca Juga :  Waspada! Uang Palsu Masih Marak Beredar di Sampit

”Apa niat pian (Anda) menjadi mualaf atas keinginan sendiri? Apa sudah merasa sudah yakin memeluk agama Islam?” tanya Halikinnor kepada Nasrun sebelum mengucapkan kalimat syahadat.

”Iya, ini keinginan saya dengan niatan karena Allah ta’ ala,” sahut Nasrun menjawab lirih sambil menyentuh dada dan mengusap tangan ke wajahnya, seakan menahan tangis haru.

Genggamam tangan mengikat keduanya. Sebanyak tiga kali kalimat syahadat, Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar Rasulullah yang artinya, ”Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan (aku bersaksi) bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” dibacakan Halikinnor sebagai penuntun. Bacaan yang sama diikuti Nasrun dengan terbata-bata.

Kalimat syahadat juga diucapkan Rusiani dan Jeny Zaskia (17) selaku cucu Nasrun dan Rusiani.

”Alhamdulillah, barakallah. Siapa pun yang memeluk Islam alangkah baiknya didasari atas dorongan hatinya sendiri, bukan karena paksaan. Karena, tidak semua orang mendapatkan hidayah dengan meyakini agama Islam. Maka, mulai hari ini menjadi saudara saya sesama Islam,” kata Halikinnor seraya memberikan zakat untuk ketiga orang menjadi mualaf sebagai bentuk dukungan sesama muslim.



Pos terkait