NGERI!!! ”Pembunuh” Warga dalam Kesunyian

Pasien Isolasi Mandiri Kembali Ditemukan Meninggal, Covid-19 Diduga Meluas di Pedalaman

isolasi
ILUSTRASI ISOMAN: Petugas memasang stiker di salah satu rumah pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.(IST/RADAR SAMPIT)

Menurut Sandi, korban menjalani isoman mandiri di rumahnya, namun tidak melapor ke Ketua Rukun Tetangga (RT) atau pihak kelurahan, sehingga yang bersangkutan tidak masuk dalam data warga isoman di Kelurahan Panarung. Dari keterangan keluarga almarhum, Pi selama ini memiliki riwayat penyakit asma.

”Dari pihak mertua almarhum sudah diberikan edukasi prokes pemakaman Covid-19 oleh Kapolsek Pahandut dan Camat setempat. Korban dimakamkan sesuai prokes,” ujar Sandi.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, di Kabupaten Kotawaringin Timur, virus korona penyebab Covid-19 disinyalir tak hanya menyebar di perkotaan, tetapi sampai pelosok desa. Namun, hal itu tidak teridentifikasi lantaran banyak warga tidak melapor dan takut memeriksakan diri ke tenaga medis.

”Banyak warga yang takut melapor, khususnya di pelosok desa. Banyak warga yang gejala sakitnya sama persis dengan Covid-19, tapi mereka memilih tidak cek ke medis,” ujar Sumi, warga Cempaga Hulu.

Baca Juga :  Masih Ada Desa Kebanjiran, Status Tanggap Darurat Kotim Diperpanjang

Menurutnya, di kampung dan desa, sebagian warga mengalami demam, flu, hingga kehilangan penciuman. Namun, mereka memilih pengobatan tradisional yang menggunakan bahan-bahan alami.

”Kebanyakan itu obat sendiri di rumah, karena takut melapor. Kalau lapor dan di-swab, takutnya Covid-19. Covid-19 ini bagi yang terpapar akan dikucilkan dari warga atau kelompoknya,” katanya.

Warga lainnya, Yono, mengaku dua kali terinfeksi Covid-19. Infeksi kedua dinilai lebih berat dibanding sebelumnya pada 2020 lalu.

”Infeksi kedua ini betul-betul menyakitkan. Tidak hanya pernapasan saja, tetapi juga sampai demam hingga badan seperti remuk,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.