SAMPIT, radarsampit.com – Sebagai upaya mitigasi bencana banjir dan reboisasi hutan lahan pascakebakaran serta perbaikan kualitas udara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kotim) memilih Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai lokus penanaman pohon yang ditempatkan di Kawasan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA), tepatnya di UPTD Pengelolaan Sampah Jalan Jenderal Sudirman Km 14.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Bulan Menanam Pohon Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023 bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim.
“Kegiatan menanam pohon rutin digelar Pemprov Kalteng mulai tahun 2021. Ini dilakukan untuk mengampanyekan gerakan menanam sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya meningkatkan tutupan lahan,” kata Waluyo, Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishut Kalteng, Rabu (6/12/2023) pagi.
Waluyo mengatakan, kegiatan menanam pohon ini juga merupakan bagian dari program kegiatan rehabilitasi lahan dan juga amanat yang tercantum dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah 2021-2026.
Selain kegiatan penanaman bersama, saat ini Dinas Kehutanan Kalteng juga menggalakkan penghijauan lingkungan baik di wilayah Kota Palangka Raya dan 13 kabupaten se-Kalteng. “Setiap tahun kegiatan menanam pohon diadakan rutin di berbagai kabupaten. Tahun ini, Dishut Kalteng bekerjasama dengan DLH Kotim telah melakukan penghijauan baik di sekolah maupun fasilitas umum lainnya,” ujarnya.
Sebagai informasi, penanaman pohon dilakukan di SMA Negeri 2 Sampit, SMA Negeri 3 Sampit, SMA Negeri 4 Sampit, MAN Sampit, SMP Negeri 9 Sampit, SMP Negeri 8 Sampit, SMPN Negeri 11 Sampit, SMP Negeri 7 Samput, SMP Negeri 4 Sampit, SDN 4 Sampit dan SDN 1 Parenggean. “Jumlah bibit pohon yang dibagikan beragam jumlahnya. Untuk di Kawasan TPA yang sedang kita laksanakan pagi ini, ada 300 bibit pohon tanaman aneka buah-buahan seperti nangka, jambu air, rambtan, kelengkeng dan matoa,” katanya.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, kegiatan menanam bersama dinilai sebagai aksi nyata untuk memulihkan kondisi lingkungan, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menanam pohon dan merawatnya. “Penanaman pohon juga akan meningkatkan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau sebagai fungsi esensial ekologis dan ruang kehidupan kita yang lebih berkualitas,” katanya.
Selain itu, kegiatan penanaman pohon juga sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan. Dengan kegiatan penanaman pohon diharapkan terciptanya sinergitas pelaksanaan penanaman pohon untuk mencegah banjir, longsor, kekeringan dan kebakaran, konservasi keanekaragaman hayati, penyerapan karbondioksida(CO2) untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim,
“Kita harapkan kegiatan menanam pohon dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan rindang dan sejuk yang bermanfaat untuk masyarakat Kotim,” ujarnya .
Rehabilitasi hutan dan lahan di Kotim diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, seperti penghijauan di lokasi ruang terbuka hijau (RTH), taman hutan raya (Tahura), median jalan dan lokasi lain yang dipandang perlu penghijauan.
Sekretaris DLH Kotim Joni Parwoto mengatakan, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam menjaga keseimbangan ekologis, lingkungan dan sebagai upaya mitigasi bencana pencegahan banjir.
“Harapan kami penanaman pohon di kawasan TPA dapat mengubah stigma mayarakat. Kami merencanakan destinasi wisata pemancingan di TPA. Dengan menanam pohon, kawasan TPA diharapkan lebih sejuk dan rimbun sehingga dapat memperbaiki kualitas udara dan mengurangi bau sampah di sekitar TPA,” kata Joni Parwoto. (hgn/yit)








