Pengungsi Banjir Pangkalan Bun Terus Berdatangan

posko pengungsian
TEMPAT PENGUNGSIAN: Warga dan Tagana mendirikan posko pengungsi di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Senin (17/10). (Istimewa/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Gelombang pengungsi terus mengalir ke tempat penampungan sementara yang dibangun pemerintah kelurahan dan pemerintah desa terdampak banjir di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Relawan dari Balakar Manggala Yudha, Desa Kumpai Batu Bawah (KBB) Ikhsan menceritakan bahwa hingga 16 Oktober 2022 pukul 22.30 WIB jumlah pengungsi yang menempati tenda pengungsian di Desa Kumpai Batu Atas sudah mencapai 52 KK yang terdiri dari 102 jiwa.

Bacaan Lainnya

“Jumlah pengungsi kita prediksi masih terus bertambah, mengingat ketinggian air yang terus meningkat, pengungsi didominasi oleh para lansia,” terangnya.

Sementara itu di Kelurahan Baru, hingga saat ini jumlah pengungsi banjir yang menempati posko banjir di TK Berunai, di Gedung Bahaum dan di gedung PKK totalnya berjumlah 16 KK yang terdiri dari 65 jiwa.

Untuk diketahui wilayah Kelurahan Baru yang terparah terdampak banjir berada di Dusun Tatas, dimana ketinggian air sudah hampir mencapai leher orang dewasa.

Baca Juga :  Kebun Petani Kebanjiran, Pengeluaran Emak-Emak Membengkak

“Hingga saat ini jumlah pengungsi terus bertambah, data sementara ada sebanyak 16 KK yang terdiri dari 65 jiwa,” terang Lurah Baru Yuningtyaswati Pratiwi.

Kondisi serupa juga dialami oleh kawasan banjir di Kelurahan Raja Seberang, saat ini bersama warga pemerintah kelurahan setempat sudah membangun tempat pengungsian di samping Masjid Miftahul Jannah.

Rencananya sekaligus akan dibuka dapur umum untuk warga terdampak banjir, saat ini pemerintah kelurahan sedang berkoordinasi dengan BPBD dan dengan perusahaan besar swasta untuk mensuport kebutuhan logistik.

“Sementara ini baru ada 2 KK, tetapi mengingat kondisi banjir di tempat kita sudah sangat mengkhawatirkan kita imbau agar korban banjir dapat segera mengungsi,” tegasnya. (tyo/sla)

Pos terkait