Perjuangan Pengawalan Pengiriman Logistik ke Pedalaman Lamandau

Jalur Darat Licin, Sungainya Ekstrem

logistik pemilu
PENUH PERJUANGAN: Proses pengantaran logistik pemilu melalui jalur sungai yang ekstrem di Lamandau. (istimewa)

NANGA BULIK, radarsampit.com – Proses pemilu tidak sesimpel mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), mencoblos, dan menghitung hasil. Banyak pihak yang terlibat untuk bisa mewujudkan pesta demokrasi yang aman dan lancar.

Apalagi jika pelaksanaan pemungutan suaranya di lokasi terpencil dan sulit dijangkau. Setelah harus mengantarkan logistik pemilu dengan baik dan tepat waktu, para petugas masih harus berjibaku memulangkan kotak suara hingga selamat sampai gudang PPK.

Bacaan Lainnya

Salah satu jalur yang sulit ditempuh adalah di wilayah Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau. Harus melalui jalur darat yang licin saat hari hujan. Jalur sungainya berarus deras dan banyak batu besar di tengah sungai, sehingga pengantaran logistik sudah seperti naik arung jeram.

Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono mengatakan, anggota TNI dan polri serta penyelenggara pemilu harus naik kelotok kurang lebih 3-4 jam  untuk memulangkan kotak suara dari desa ke Aula Kecamatan Batang Kawa.

Baca Juga :  Larangan Truk Masuk Kota, Begini Aspirasi Para Sopir

”Kami terus memonitor perkembangan anggota dalam pengawalan surat suara. Informasi yang didapat sekarang, mereka harus menyusuri jalan berbukit yang licin dan aliran sungai yang deras dengan medan yang berat untuk sampai ke tujuan (gudang PPK),” ujar Bronto, Jumat (16/2/2024).

Ada tiga TPS di Kecamatan Batang Kawa yang pendistribusiannya menggunakan jalur darat. Kemudian dilangsir ke kelotok atau lewat jalur air, yaitu Desa Jemuat, Desa Kina, dan Desa Karang Mas.

Bronto juga mengungkapkan, tim harus dikawal warga setempat yang menguasai medan. Pasalnya, saat air dalam maupun surut, kondisi sungai akan berubah. Hanya pengemudi kelotok yang berpengalaman dan hafal medan yang bisa menghindari bebatuan dan arus deras yang bisa menenggelamkan kelotok. (mex/ign)



Pos terkait