Pertamina Siap Jalankan BBM dengan Etanol 10 Persen: Lebih Hijau, Tapi Boros?

BBM pertalite
Ilustrasi Petugas SPBU Pertamina saat melayani pelanggan (ANTARA)

Rencana penambahan etanol ke bensin sebanyak 10 persen akan berimbas pada pemilik motor. Para pengendara motor harus menyiapkan uang lebih karena kandungan etanol di dalam bensin bikin boros. Etanol tentu akan menimbulkan efek pada motor yang dipakai.

Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru terkait bahan bakar minyak (BBM) dengan mencampurkan etanol sebanyak 10 persen ke dalam bensin, atau dikenal sebagai E10.

Bacaan Lainnya

Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor minyak sekaligus menghadirkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Namun, di balik potensi positifnya, penggunaan BBM campuran etanol juga menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama soal efeknya terhadap performa mesin kendaraan, khususnya motor.

Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, menjelaskan bahwa penggunaan etanol memang memiliki dua sisi. Ada manfaatnya, tetapi juga ada risiko yang perlu diperhatikan.

“Efek negatifnya, potensi membuat kendaraan lebih boros,” ujar Wahyu, mengutip motorplus (19/10/2025).

Seluruh jenis bahan bakar bensin yang beredar di Indonesia akan mengandung 10 persen etanol (E10) mulai tahun depan. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk mencapai kemandirian energi nasional sekaligus menekan ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

“Tahun depan direncanakan kita sudah mulai menggunakan bensin campuran, yakni 10 persen etanol atau metanol,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta, Rabu (15/10).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari program besar pemerintah dalam memperkuat kedaulatan nasional, terutama di sektor pangan dan energi. “Kita harus bisa swasembada energi. Menteri ESDM bersama Pak Bahlil sudah mengumumkan bahwa tahun depan Indonesia akan sepenuhnya menggunakan biofuel. Dengan begitu, ditargetkan kita tidak lagi melakukan impor,” jelasnya.

Selain itu, penerapan biosolar juga akan ditingkatkan dari B40 menjadi B50 agar Indonesia tak lagi bergantung pada impor solar.

Zulkifli menambahkan, penggunaan bensin campuran etanol 10 persen juga akan mendorong berkembangnya industri berbasis bahan baku lokal seperti jagung, singkong, dan tebu.

Pos terkait