Presiden Iran Ebrahim Raisi Tewas Setelah Helikopter yang Membawanya Jatuh di Hutan

presiden iran meninggal
Presiden Iran Ebrahim Raisi (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Kepresidenan Iran/Handout via Xinhua/Antara)

Radarsampit.com – Presiden Iran Ebrahim Raisi meninggal setelah sebuah helikopter yang membawa dia dan pejabat lainnya jatuh. Helikopter nahas tersebut terjatuh di daerah pegunungan dan hutan Varzaqan di provinsi Azarbaijan Timur, Minggu (19/5/2024).

Saat itu Helikopter Raisi, bersama dua helikopter lainnya, sedang dalam perjalanan ke Kota Tabriz pada Minggu setelah ia meresmikan Bendungan Qiz Qalasi di perbatasan Republik Azerbaijan sehari sebelumnya.

Kepala Bulan Sabit Merah Iran (IRCS), Pir Hossein Kolivand mengatakan bahwa jenazah Presiden Iran Ebrahim Raisi beserta rombongannya sedang dalam perjalanan ke Tabriz, barat laut Iran.

“Operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar berakhir setelah jenazah dibawa ke tempat para syuhada Tabriz dimakamkan, di Provinsi Azarbaijan Timur,” kata Kolivand seperti dikutip dari IRNA, Senin (20/5/2024).

Kolivand menjelaskan bahwa tim IRCS telah hadir di wilayah tersebut sejak kemarin. Namun cuaca buruk dan kabut tebal menghambat proses pencarian. Akhirnya, pada Senin, tim penyelamat berhasil menemukan lokasi kejadian.

Ebrahim Raisi meninggal di tempat dalam usia 63 tahun. Raisi merupakan seorang tokoh yang mewakili faksi konservatif dan garis keras dalam politik Iran, menjabat sebagai presiden selama hampir tiga tahun, dan tampaknya akan mencalonkan diri kembali pada pemilu tahun depan.

Baca Juga :  Penetapan Tersangka Telah Sesuai, Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Muhdlor

Ketokohan Raisi sendiri sebagai Presiden Iran mulai terlihat. Dirinya diketahui merupakan mantan hakim agung. Raisi juga disebut-sebut sebagai calon penerus Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang berusia 85 tahun.

Secara personal, Raisi lahir di Masyhad di timur laut Iran, pusat keagamaan bagi Muslim Syiah. Ia menjalani pendidikan agama dan dilatih di seminari di Qom, belajar di bawah bimbingan ulama terkemuka, termasuk Khamenei. Demikian dirangkum dari Al-Jazeera.

Sama seperti pemimpin tertinggi di Iran, ia biasa mengenakan sorban hitam, yang menandakan bahwa ia adalah seorang sayyid, keturunan Nabi Muhammad, sebuah status yang sangat penting di kalangan Dua Belas Muslim Syiah.



Pos terkait