Kejadian seakan memberikan peringatan bahwa kendaraan alat berat sudah jelas dilarang memasuki jalur jalan Kota Sampit, namun pengemudi tetap melenggang dengan percaya diri, bahkan dikawal mobil patwal Satlantas Polres Kotim.
“Malam itu juga petugas Dishub dan anggota Satlantas Polres Kotim ke titik lokasi kejadian dan segera melakukan koordinasi dan pengaturan lalu lintas serta pengumpulan data di lapangan,” kata Rody Kamislam.
Dari pendataan lapangan yang telah dilakukan, Dishub melakukan perhitungan sementara atas kerugian aset yang rusak.
”Estimasi biaya kerugian ini diperkirakan mencapai Rp300-350 juta untuk satu paket traffic light di Jalan HM Arsyad (sisi selatan). Karena, yang rusak tidak hanya tiang bando traffic light, PJU, CCTV dan jaringan perkabelan juga terkena imbasnya,” katanya.
Atas kejadian ini, Dishub akan melakukan evaluasi bersama dalam memberikan pelayanan pengawalan pengangkutan kendaraan angkutan alat berat.
”Kita tidak ingin mencari kesalahan dan kebenaran, namanya insiden terjadi tidak ada yang menghendakinya. Human error bisa terjadi. Ke depannya, perlu ditingkatkan lagi koordinasi antara Dishub dan Satlantas Polres Kotim,” katanya.
Koordinasi yang dimaksud untuk meminimalisir kejadian yang tak terduga saat mengawal kendaraan angkutan berat.
”Koordinasi pengawalan ini memang perlu ditingkatkan, agar Dishub Kotim bisa memberikan rekomendasi jalur yang aman dengan memperhatikan jarak pandang. Jalan mana saja yang diperbolehkan masuk jalan dalam kota dan mana kendaraan yang dilarang masuk dalam kota, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Rody menambahkan, insiden itu menjadi bahan evaluasi dan akan dirapatkan minggu depan untuk pertanggungjawaban dan penyelesaian masalah.
”Minggu depan akan kami rapatkan dengan satlantas dan sopir pengemudi kendaraan angkutan berat. Mudah-mudahan persoalan ini dapat diselesaikan. Untuk saat ini, pengendara diminta berhati-hati melewati jalan tersebut karena traffic light di Jalan HM Arsyad-Pelita tidak berfungsi untuk sementara waktu dan akan segera kami lakukan perbaikan,” katanya. (***/ign)