Rest Area Pilihan buat Pemudik Sepanjang Jalan Tol dan Non-Tol Jakarta–Banyuwangi

Berparkir Luas, Pujasera Lengkap dengan Beragam Menu

Masjid Roudhotul Muchlisin
MEGAH: Bagian dalam Masjid Roudhotul Muchlisin, Jember, yang bergaya arsitektur Turki-Timur Tengah. (PUGUH SUJATIMIKO/JAWA POS)

Di Jember, Masjid Roudhotul Muchlisin telah menjadi ikon wisata religi. Jemaah dibikin nyaman sehingga kerasan berada di masjid.

SHOLEH HILMI QOSIM, Jember | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Di ruas jalan nasional di Jember, tepatnya di Jalan Gajah Mada Nomor 165, terdapat Masjid Roudhotul Muchlisin dengan desain bangunan megah nan elegan. Kerap dijadikan destinasi para jemaah, wisatawan, maupun musafir yang hendak rehat sejenak.

Masjid bergaya arsitektur perpaduan Turki dan Timur Tengah tersebut memiliki dinding terbuka di seluruh penjuru. Ditambah atap masjid yang didesain tinggi menjulang sehingga semakin memperlancar sirkulasi udara. Hawa dingin terasa di segala sisi tanpa perlu tambahan penyejuk udara.

Syamsul Arifin, pemangku Masjid Roudhotul Muchlisin, menuturkan, masjid tersebut memiliki peran tambahan sebagai destinasi wisata religi. ”Banyak jemaah yang berkunjung itu untuk berwisata. Sekadar main-main ke sini,” ungkapnya. Lokasinya yang terletak di pusat kota memudahkan pengunjung untuk mengakses masjid tersebut.

Pihaknya terbuka menerima kunjungan dari mana pun. Bahkan, Masjid Roudhotul Muchlisin pernah menerima pengunjung dari Spanyol yang hendak melihat-lihat desain arsitektur masjid. ”Tetap kami terima, tapi harus berpakaian yang sopan selama di sini,” imbuh dia.

Syamsul mempersilakan para musafir untuk leyeh-leyeh di area masjid. ”Selama tidak mengganggu orang salat, monggo kalau mau istirahat,” katanya. Masjid dengan dua lantai itu mampu menampung hingga 2 ribu jemaah.

Masjid yang terletak di Kelurahan Kaliwates tersebut dilengkapi dengan karpet setebal 5 cm. Dipasang memanjang dan melebar hingga memenuhi seluruh area dalam. Dengan ketebalan karpet tersebut, diharapkan mampu menghadirkan kenyamanan bagi jemaah. ”Kami ingin jemaah kerasan di masjid biar nggak pengin buru-buru pergi,” tuturnya.

Di bagian halaman masjid terdapat pujasera dengan belasan kios. ”Para jemaah kan banyak yang dari luar kota. Jadi, kami sediakan pujasera untuk para jemaah yang lapar,” terang Syamsul. Menu yang ditawarkan beragam. Mulai bakso, nasi kremes, nasi pecel, ayam katsu, rawon, soto, hingga makanan berat lainnya.

Abdul Hamid, salah seorang pengunjung, siang itu (10/3/2024) tengah menyantap soto Madura bersama keluarganya. Dia berangkat dari Bangkalan untuk berziarah ke makam KH Muhammad Shidiq. ”Tadi habis ziarah terus sekalian mampir ke masjid sini,” tuturnya.

Dia beristirahat setelah berkendara dengan Honda Jazz menuju Jember. Mobil berdesain sporty tersebut biasa dia pacu untuk perjalanan luar kota. ”Bensinnya terhitung irit, jadi enak buat jalan jauh,” ucapnya.

Rata-rata konsumsi BBM mobil warna putih miliknya itu 14 km/liter dengan kapasitas tangki 40 liter. Ditambah dengan desain lampu utama menggunakan LED projector, penerangan menjadi lebih menyala. ”Kalau mau perjalanan malam hari bisa lebih aman. Nggak melulu bergantung pada lampu jalan,” ungkap Hamid.

Selain pujasera, di halaman masjid terdapat area yang luas untuk parkir kendaraan. Kapasitasnya 80 hingga 100 kendaraan roda empat. ”Kalau markirnya rapi teratur, ya 100 kendaraan bisa muat di sini,” beber Rhomadona, petugas parkir.

Terdapat dua petugas yang siap mengarahkan pengunjung untuk memarkir kendaraannya. Para pengunjung tidak perlu kebingungan mencari lahan kosong. ”Kalau tidak diarahkan, kadang parkirnya sembarangan. Jadi makan tempat,” kata Rhomadona.

Selain itu, disediakan area parkir khusus. Misalnya, untuk kendaraan roda dua maupun minibus. Meski memiliki area yang luas, dalam beberapa kesempatan parkir kendaraan terhitung penuh. Bahkan hingga meluber ke jalan raya.

Pos terkait