Sempat Alot dan Tegang, RAPBD Kotim Rp2,1 Triliun Akhirnya Disepakati

pembahasan rapbd kotim 2023
RAPAT KOMPILASI:  Ketua DPRD Kotim bersama jajaran pejabat Pemkab Kotim melaksanakan rapat kompilasi pembahasan RAPBD Kotim 2023 di Gedung Paripurna DPRD Kotim, Senin (21/11). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com Rapat kompilasi pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) Kotim tahun anggaran 2023 sempat diwarnai ketegangan dan berlangsung alot sekitar tiga jam. Namun, pembahasan akhirnya lancar hingga akhirnya Ketua DPRD Kotim Rinie Anderson mengetuk palu tanda sepakat.

Di akhir pembahasan, Wakil Ketua I DPRD Kotim Rudiannur menyampaikan pendapatan APBD Kotim 2022 sebesar Rp2.045.969.591.562, total belanja APBD Kotim Rp2.106.649.154.800, total penerimaan pembiayaan Rp74.689.563.238, total pengeluaran pembiayaan Rp14.010.000.000 dan pembiayaan netto Rp60.679.563.238.

Bacaan Lainnya

”Ada peningkatan dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp1,8 triliun. Tahun ini Rp2,1 triliun. Mudah-mudahan pembangunan untuk kepentingan masyarakat bisa terlaksana,” kata Rudianur.

Rudianur mengakui masih banyak persoalan dan usulan yang belum terakomodir, seperti aspirasi terkait penanganan banjir dan ketahanan pangan.

”Usulan yang tidak terakomodir tentu ada, tapi setelah dilaksanakan rapat kompilasi, pembahasan mengalir. Alhamdulillah selesai. Memang tidak bisa memenuhi atau mengabulkan semua aspirasi masyarakat, namun ada (gantinya),” ujarnya.

Baca Juga :  Polemik Pelabuhan Kian Panas, Ary Dewar Sebut Dishub Kotim Terindikasi Melanggar Hukum

Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Fajrurrahman mengatakan, rapat kompilasi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu prioritas pembangunan daerah untuk kepentingan masyarakat.

”Saya melihat DPRD dan pemerintah punya tujuan yang sama untuk pembangunan daerah bagi kepentingan masyarakat. Dari pembahasan ini disinkronkan lagi. Banyak program pembangunan yang belum terbiayai, sementara anggaran terbatas, sehingga perlu dilakukan pemilahan untuk menentukan mana yang lebih prioritas,” kata Fajrurrahman.

Menanggapi terkait banyaknya usulan yang belum terakomodir, Fajrurrahman tak begitu banyak berkomentar. ”Sebenarnya bukan tidak terakomodir. Semua itu kami bicarakan bersama, karena komisi 1, 2, 3, dan 4 melakukan penguatan dan koreksi. Alhamdulillah kami punya tujuan yang sama untuk kemajuan masyarakat Kotim, jadi tidak ada kendala. Saya merasa terharu, ternyata kami mempunyai cara pandang yang sama dalam hal pembangunan,” ujarnya. (hgn/ign)

Pos terkait