Setelah Sekian Lama, Kotim Bakal Dapat Pemasukan Baru dari Perkebunan Sawit

Bupati Kotim Halikinnor menghadiri rapat koordinasi audit perkebunan sawit se-Indonesia
RAKOR: Bupati Kotim Halikinnor menghadiri rapat koordinasi audit perkebunan sawit se-Indonesia di Hotel Grand Sahid raya Sudirman Jakarta Pusat, Kamis (7/7). (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) menggelar rapat koordinasi audit perkebunan sawit se-Indonesia. Kegiatan yang diikuti Bupati Kotim Halikinnor tersebut dilaksanakan di Puri Agung Grand Hotel Sahid Jaya Sudirman, Jakarta, Kamis (7/7).

Rakor bertujuan menyamakan persepsi dalam rangka perbaikan tata kelola sawit nasional mulai dari sektor hulu maupun hilir. Kegiatan dibuka dan dipimpin langsung Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi RI Jenderal sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina AKPSI Jend TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

Bacaan Lainnya

”Rapat koordinasi yang digelar ini menyangkut sinkronisasi dan penyamaan persepsi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” kata Halikinnor.

Penyamaan persepsi tersebut terkait permasalahan perkebunan, harga komoditas, pembangunan kebun masyarakat, dan konsepsi bagi hasil kepada pemerintah daerah.

”Guna optimalisasi perencanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah kabupaten penghasil sawit,” katanya.

Baca Juga :  Jawara Porkab Kotim Banjir Bonus

AKPSI merupakan wadah yang dibentuk sebagai media komunikasi dan koordinasi bagi seluruh kabupaten penghasil sawit yang berjumlah 154 kabupaten di 18 Provinsi seluruh Indonesia. Sementara pada acara rakor tersebut dihadiri 58 Bupati se-Indonesia dan kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) teknis yang membidangi.

Dalam arahannya, Menkomarves menekankan kepada seluruh peserta untuk membantu tim BPKP dalam melakukan tugas audit perkebunan sawit ini dengan memberikan data pendukung yang diperlukan secara objektif sehingga hasil audit ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan sawit nasional.

Pos terkait