Sindikat Maling Gasak CPO PT. Gading

Ilustrasi. (net)

SAMPIT – Kasus pencurian minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) seakan tak berhenti, bahkan bisnis haram ini kian marak dengan berbagai modus.

Terbaru, tiga orang ditangkap aparat karena membawa kabur CPO milik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang diangkut oleh transportir. Pelaku bernama Ahmad Nurwahid alias Amat, Abdul Sani alias Dodo dan M Rifai.

Kasusnya sudah tahap persidangan di Pengadilan Negeri Sampit. Ketiganya telah ditetapkan sebagai terdakwa.

Dalam persidangan terungkap, CPO yang mereka curi dengan memanfaatkan kondisi pintu truk yang tidak terkunci, selain itu kunci kontaknya tidak berfungsi lagi.

Terdakwa Amat menceritakan, setelah membawa kabur truk CPO, terdakwa mengantar CPO ke gudang yang telah disepakati dengan Dodo dan di situ langsung ditinggal,

Kata Amat, saat itu truk CPO bisa dibawa kabur lantaran sopirnya tidak ada.

“Pintunya tidak dikunci karena sudah rusak, lalu saya hidupkan mesin truk hanya dengan disambung kabel kontak,” ucap Amat di hadapan majelis hakim.

Amat mengaku mengetahui kondisi truk tersebut karena sebelumnya sudah pernah menggunakan truk CPO tersebut saat bekerja sebagai sopir.

Dari penjualan CPO itu, Amat mengaku dapat bagian sebesar Rp 28,5 juta, uang itu habis digunakan untuk pulang ke kampung halamannya di Pontianak, Kalimantan Barat.

“Saya ambil CPO karena butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari,” dalih Amat.

Sementara, terdakwa Rifai merupakan orang yang ikut membantu memindahkan CPO dan mengaku hanya dapat upah sebesar Rp 300 ribu dari Amat.

Para terdakwa melakukan perbuatannya itu pada Selasa, 25 Mei 2021 sekitar pukul 05.30 WIB di gudang semen Jalan Ir Juanda, Desa Telaga Baru, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

CPO dicuri oleh Amat dan Rifai lalu dijual kepada Dodo di kawasan Bundaran KB. CPO itu berasal dari PT. Gading Sawit Kencana.

Dodo berdalih tidak tahu CPO yang dibelinya itu hasil curian. Dodo mengaku membeli CPO itu saat dihubungi Nurwahid yang mengaku ada CPO kurasan. Saat itu dijanjikan kalau minyak itu aman dan tidak bermasalah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *