SAMPIT, radarsampit.com – Persoalan banjir di Kota Sampit yang kerap terjadi di gang sempit selama belasan tahun akhirnya disikapi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) secara bertahap. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kotim membangun drainase sekaligus peningkatan jalan di Gang Rindang Setia, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang.
Berdasarkan papan proyek yang tertera di muara Gang Rindang Setia, sesuai perjanjian kontrak pekerjaan sudah mulai dikerjakan 11 Juli 2022 dan ditenggat selesai 7 November 2022 atau 120 hari kalendar. Program pengembangan permukiman di Gang Rindang Setia dikerjakan CV Helios dan Construkctors sebagai penyedia jasa dengan nilai kontrak sebesar Rp 355 juta.
Pantauan Radar Sampit, jalan di Gang Rindang Setia sepanjang 336 meter sudah hampir selesai. Ada sekitar 60 meter lagi yang belum dicor atau semenisasi dan pembangunan drainase dari muara gang masuk Jalan Muchran Ali menuju arah Jalan Cristopel Mihing.
Salah seorang pekerja, Nuril Anwar, mengatakan, ada tujuh orang yang dilibatkan menangani pekerjaan pengecoran hingga pembangunan drainase. Selama pekerjaan berlangsung, masyarakat tetap dapat melintas menggunakan motor di satu sisi jalan.
”Kami tidak menutup total jalan. Masyarakat tetap bisa melewati di salah satu sisi jalannya. Hanya empat hari terakhir ini, karena ada tumpukan material pasir dan batu koral yang menutupi hampir semua badan jalan, sehingga mau tidak mau kami tutup sementara dari muara gang masuk Jalan Cristopel Mihing. Masyarakat setempat yang tinggal di lingkungan ini untuk sementara hanya dapat menggunakan satu jalur masuk lewat Jalan Muchran Ali,” kata Nuril, Senin (3/10).
Nuril menuturkan, pekerjaan diestimasikan selesai bulan ini, asalkan cuaca mendukung. ”Kendala kami hanya cuaca. Kalau hujan istirahat, tak bisa dipaksakan kerja. Apabila cuaca mendukung, kami perkirakan pekerjaan selesai bulan ini,” katanya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRPRKP Kotim Kaspulzen Heriyanto melalui Pejabat Fungsional Ahli Penataan Bangunan Gedung Dinas PUPRPRKP Kotim Alan Popi mengatakan, peningkatan jalan permukiman di Gang Rindang Setia dikerjakan bertahap. Pada 2021 lalu, pihaknya telah mengerjakan semenisasi jalan sepanjang 100 meter dengan total anggaran sebesar Rp 200 juta.
”Tahun lalu pekerjaan semenisasi sudah dikerjakan 100 meter dari sisi kanan dan kiri lebar jalan (gang) satu meter dan bagian tengahnya sengaja tidak dicor untuk pembangunan drainase yang dilanjutkan tahun ini,” kata Alan Popi.
Tahun ini, lanjut Alan, semenisasi dilanjutkan di sepanjang 156 meter dengan lebar 3 meter. Kemudian, pada sisi tengah selebar 1 meter dibangun drainase di sepanjang 336 meter. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam dua minggu.
”Pembangunan drainase dibangun di tengah jalan tujuannya untuk mengatasi genangan banjir. Selama ini warga Gang Rindang Setia mengeluhkan jalan hingga pekarangan rumahnya sering terendam apabila diguyur hujan deras dalam waktu cukup lama. Inilah solusi pemerintah daerah membangun drainase di tengah-tengah jalan agar masyarakat tidak lagi kebanjiran,” katanya.
Yati, warga yang sudah puluhan tahun bermukim di Gang Rindang Setia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kotim yang telah memperhatikan jalan yang sehari-hari dilaluinya. Jalan yang selama ini kerap banjir, setelah dilakukan pengecoran sudah tidak lagi kebanjiran.
”Sudah puluhan tahun tinggal disini sering kebanjiran. Setiap hujan deras air sampai naik ke teras lantai, sedikit lagi bisa naik sampai lantai rumah kalau tak cepat diatasi. Bersyukur pemerintah memperhatikan jalan di gang sini. Sekarang sudah tak banjir lagi,” ujar Yati.







