Tenaga Kontrak Bertahan sampai Magrib di DPRD Kotim, Alasannya karena Ini

Ratusan tenaga kontrak yang tidak lulus seleksi saat melakukan aksi di depan Kantor DPRD Kalteng
SAMPAIKAN TUNTUTAN: Ratusan tenaga kontrak yang tidak lulus seleksi saat melakukan aksi di depan Kantor DPRD Kalteng menyampaikan sejumlah tunturan pada Pemkab Kotim, Senin (5/7). (HENY/RADAR SAMPIT)

Bupati Kotim Halikinnor sebelumnya menyatakan akan kembali melakukan tes penjaringan tenaga kontrak daerah. Hal ini karena masih banyaknya kebutuhan terhadap tenaga tersebut, meski telah dilakukan evaluasi pada 23 Juni lalu.

”Saya beberapa hari ini berupaya mencari solusi. Pertama, di bidang pendidikan. Setelah saya dapat laporan di Desa Tumbang Gagu, salah salah satunya lima orang tenaga kontrak tidak lulus. Pemerintah daerah tidak mungkin membiarkan,” tegas Halikinnor, Minggu (3/7).

Bacaan Lainnya

Untuk tenaga guru, lanjut Halikin, ada solusi yang akan mereka tawarkan pada yang belum lulus. Pertama, dilakukan seleksi ulang tahap dua bagi yang tidak lulus. Solusi kedua, mengangkat lagi dengan dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda). ”Pemkab akan menambah Bosda. Kalau tekon dihapus, maka guru masih bisa diselamatkan, tapi kalau tekon di 2023 akan diberhentikan total,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga BBM Naik, Rakyat Bisa Tambah Menjerit

Halikinnor merinci, dalam seleksi tahap I, guru yang lulus sebanyak 285 orang dari sebelumnya 671 orang, sehingga berkurang 386 orang.  Sedangkan tenaga kesehatan  berkurang sebanyak 115 orang.

”Saya beri waktu kepada BKD untuk menyiapkan selama satu minggu ke depan. Dalam  satu minggu ini akan ketahuan berapa kekurangan guru. Selanjutnya bisa kita seleksi lagi,” ujarnya. (ang/hgn/ign)

Pos terkait