Teror Penembakan Misterius Hantui Perkebunan Sawit di Kotim, Satpam Jadi Target Utama

penembak
Ilustrasi penembakan/pixabay

“Itu jelas pidana karena membuat seseorang terancam hingga menderita akibat perbuatan tersebut,” katanya.

Ia menyebut motif penembakan bisa beragam, mulai dari dendam pribadi, konflik dengan perusahaan, hingga keberadaan kelompok spesialis pencurian buah kelapa sawit. Namun apa pun latar belakangnya, penyelesaian tidak boleh dilakukan dengan kekerasan.

Bacaan Lainnya

“Kalaupun ada masalah keperdataan dengan perusahaan, seharusnya diselesaikan melalui koridor hukum, bukan dengan cara pidana yang justru merugikan semua pihak,” tegasnya.

Bambang juga mengingatkan bahwa satpam adalah karyawan yang bekerja untuk mencari nafkah. “Mereka menjalankan tugas. Jangan sampai justru mereka yang menjadi korban,” tandasnya.

Lebih dari sepuluh tahun berlalu, teror bersenjata di kawasan perkebunan Kotim belum benar-benar berakhir. Sementara itu, keadilan bagi para korban masih menjadi tanda tanya besar. (ang/fm)

Baca Juga :  Diduga Disengaja, Desak Polisi Tangkap Pembakar Lahan

Pos terkait