Radarsampit.com – Dunia investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, seolah berada dalam bayang-bayang teror bersenjata.
Selama lebih dari satu dekade, aksi penembakan misterius berulang kali terjadi di kawasan perkebunan, dengan sasaran yang nyaris selalu sama: petugas satuan pengamanan (satpam) perusahaan.
Para korban ditembak orang tak dikenal (OTK) saat bertugas, bahkan ketika sedang tertidur. Sebagian meregang nyawa, lainnya mengalami luka berat.
Ironisnya, hingga kini sebagian besar kasus tersebut belum terungkap, menyisakan tanda tanya besar tentang siapa pelaku di balik teror berdarah ini.
Awal Teror Berdarah
Rentetan kekerasan bermula pada 20 Januari 2015. Saripana, Komandan Satuan Pengamanan Makin Group di Parenggean, ditemukan tewas ditembak di bagian kepala saat tertidur di rumahnya. Peluru menembus dahi hingga bagian belakang kepala, menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Warga mengaku melihat sepeda motor mendekati rumah korban sebelum suara letusan senjata api terdengar. Pelaku diduga melarikan diri menggunakan kendaraan roda dua. Hingga kini, identitas penembak Saripana tak pernah terungkap.
Penembakan Mematikan di Antang Kalang
Teror kembali terjadi pada 20 Oktober 2016. Edmondus, seorang satpam perusahaan, tewas ditembak di pos penjagaan Km 18, Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang, sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat itu, Edmondus tengah tertidur bersama rekannya, Hamdan. Dua pelaku bertutup kepala datang secara senyap, menodong kepala korban, lalu melepaskan tembakan sebelum kabur menggunakan sepeda motor.
Polisi menemukan bahwa pelaku menggunakan senjata api rakitan jenis dumdum. Korban diduga ditembak dari jarak dekat dengan daya ledak tinggi hingga menyebabkan tengkoraknya pecah.
Hamdan selamat meski mengalami luka dan berhasil meminta pertolongan. Kasus ini sempat menggegerkan publik, namun hingga bertahun-tahun kemudian belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.







