Teror Penembakan Misterius Hantui Perkebunan Sawit di Kotim, Satpam Jadi Target Utama

penembak
Ilustrasi penembakan/pixabay

Radarsampit.com – Dunia investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, seolah berada dalam bayang-bayang teror bersenjata.

Selama lebih dari satu dekade, aksi penembakan misterius berulang kali terjadi di kawasan perkebunan, dengan sasaran yang nyaris selalu sama: petugas satuan pengamanan (satpam) perusahaan.

Bacaan Lainnya

Para korban ditembak orang tak dikenal (OTK) saat bertugas, bahkan ketika sedang tertidur. Sebagian meregang nyawa, lainnya mengalami luka berat.

Ironisnya, hingga kini sebagian besar kasus tersebut belum terungkap, menyisakan tanda tanya besar tentang siapa pelaku di balik teror berdarah ini.

Awal Teror Berdarah

Rentetan kekerasan bermula pada 20 Januari 2015. Saripana, Komandan Satuan Pengamanan Makin Group di Parenggean, ditemukan tewas ditembak di bagian kepala saat tertidur di rumahnya. Peluru menembus dahi hingga bagian belakang kepala, menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Warga mengaku melihat sepeda motor mendekati rumah korban sebelum suara letusan senjata api terdengar. Pelaku diduga melarikan diri menggunakan kendaraan roda dua. Hingga kini, identitas penembak Saripana tak pernah terungkap.

Penembakan Mematikan di Antang Kalang

Teror kembali terjadi pada 20 Oktober 2016. Edmondus, seorang satpam perusahaan, tewas ditembak di pos penjagaan Km 18, Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang, sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu, Edmondus tengah tertidur bersama rekannya, Hamdan. Dua pelaku bertutup kepala datang secara senyap, menodong kepala korban, lalu melepaskan tembakan sebelum kabur menggunakan sepeda motor.

Polisi menemukan bahwa pelaku menggunakan senjata api rakitan jenis dumdum. Korban diduga ditembak dari jarak dekat dengan daya ledak tinggi hingga menyebabkan tengkoraknya pecah.

Hamdan selamat meski mengalami luka dan berhasil meminta pertolongan. Kasus ini sempat menggegerkan publik, namun hingga bertahun-tahun kemudian belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.

Teror Berulang di Lokasi yang Sama

Setahun berselang, pada 12 Agustus 2017, kekerasan kembali terjadi di kawasan tersebut. Satpam bernama Hubertus Husin ditembak saat berjaga malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Usai mendengar suara tembakan, korban sempat mencari sumber suara sebelum menyadari darah mengalir dari kepalanya dan ambruk. Ia selamat setelah mendapat perawatan medis, namun pelaku kembali menghilang tanpa jejak.

Muncul Lagi Setelah Bertahun-tahun

Setelah relatif senyap, teror bersenjata kembali muncul pada April 2025. Seorang anggota keamanan bernama Angga ditembak OTK saat bertugas di pos jaga pada Minggu (13/4/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Insiden bermula ketika dua warga datang ke pos jaga menanyakan sepeda motor yang diamankan patroli estate. Salah satu dari mereka membawa senapan angin jenis PCP.

Adu mulut terjadi dan berujung penembakan yang mengenai paha kanan korban. Kedua pelaku melarikan diri, sementara Angga dilarikan ke fasilitas medis.

Teror berlanjut pada 8 Desember 2025. Satpam bernama Samsudin ditembak menggunakan senapan angin PCP saat menggagalkan pencurian tandan buah segar (TBS) sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban ditembak dari posisi lebih tinggi, mengenai bagian bokong. Dua tembakan lain diarahkan ke dada, namun tidak menimbulkan luka serius.

Kasatreskrim Polres Kotim AKP Sugiharso menyatakan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. “Ini dalam proses, semoga bisa terungkap pelakunya,” ujarnya.

Pos Jaga Ditembaki dan Dibakar

Belum genap sebulan, kekerasan meningkat drastis. Pada Minggu malam, 28 Desember 2025, pos jaga di kawasan perkebunan kembali diserang.

Pos terkait