Tersinggung Unggahan di Medsos, ”Pasukan Merah” Langsung Bergerak

AKSI DAMAI: Ratusan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kalteng mendatangi Polda Kalteng saat melakukan aksi, beberapa waktu lalu. (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Unggahan status di media sosial oleh pengguna akun dengan inisial AJ di Kota Palangka Raya berbuntut panjang. Hal itu memicu bergeraknya ratusan massa dari Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kalteng atau dikenal dengan ”Pasukan Merah”.

Mereka turun ke jalan mendatangi Polda Kalteng untuk mendesak tindak lanjut dari laporan polisi terhadap AJ, MA, dan KT yang dinilai melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kamis (21/10). Massa juga mendesak tiga orang tersebut meminta maaf secara terbuka yang difasilitasi aparat kepolisian.

Bacaan Lainnya

Awalnya massa meminta Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedy Prasetyo menemui mereka. Namun, pucuk pimpinan instansi itu sedang ada kegiatan bersama Kapolri, sehingga mereka hanya ditemui Wakapolda Kalteng.

Setelah beberapa jam menggelar aksi, akhirnya AJ dan kawan-kawannya menyampaikan permintaan maaf langsung. Permintaan maaf tersebut diterima massa aksi.

Adapun unggahan yang dipersoalkan tersebut, yakni mengenai kritikan yang AJ dalam akunnya. Dia berniat menegur pemuda Dayak di Kalteng agar tidak kemakan minyak jipen (minyak khas Dayak). Menurutnya, motto minyak jipen adalah satu budaya dan adat istiadat seluruh Dayak sama.

Dia juga menulis dirinya akan diadang 20 ribu orang yang menudingnya sebagai provokator. AJ juga mengaku prihatin dengan pemuda Dayak di Kalteng yang dinilai mendewakan orang luar dan melupakan budaya sendiri.

Wakil Ketua TBBR Pengurus Wilayah Kalteng Kimang Damai mengatakan, langkah itu diambil sebagai bentuk kebersamaan. Harapannya, masyarakat Dayak bisa bersatu dan tidak ada lagi saling singgung.

”Dengan adanya permintaan maaf ini, kami sudah sepakat memaafkan dan semoga tidak terulang lagi. Jangan ada lagi gesekan dan saling sikut antar sesama di Kalteng. Kami ini cinta damai,” ujarnya.

Terkait laporan pihaknya terhadap tiga orang tersebut, nantinya akan dibicarakan lagi dan diserahkan kepada aturan hukum berlaku. ”Tadi itu tuntutannya hanya minta permohonan maaf mereka kepada kami. Semoga dengan ini persoalan selesai. Untuk proses hukum biar itu aturan yang melanjutkan, yang penting sudah minta maaf dan tidak lagi ada lagi hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar