TKBM Geruduk KSOP Sampit: Tiga Tuntutan Lokal Meletup di Luar Agenda Nasional!

demo tkbm sampit
Demonstrasi buruh pelabuhan /TKBM di depan kantor KSOP Sampit, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pekerjaan kepelabuhanan, Senin (8/12).

Namun diungkapkannya pula, pihak KSOP merespons positif seluruh aspirasi buruh. Dan berjanji memfasilitasi pertemuan antara TKBM, pengusaha, dan pihak terkait dalam waktu maksimal sepuluh hari.

“Jika setelah sepuluh hari belum ada penyelesaian, kami tetap akan menagih tindak lanjut. Untuk aksi lanjutan, kami menunggu hasil mediasi,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit Gusti Muchlis menyatakan, seluruh aktivitas pelabuhan tetap berjalan normal selama aksi berlangsung.

“Ini aksi damai yang dilaksanakan serentak secara nasional. Pembinaan tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Sampit selama ini berjalan baik dan tetap mengacu pada regulasi,” ujarnya.

KSOP lanjutnya, segera memproses aspirasi buruh melalui koordinasi lintas instansi pembina TKBM.

“Kami siap menjembatani kebutuhan teman-teman TKBM. Ada tiga institusi pembina yang nanti akan membahas seluruh persoalan secara bersama,” terang Gusti Muchlis.

Terkait tuntutan agar TKBM Karya Bahari menangani bongkar muat di Bagendang, Gusti menjelaskanm bahwa dermaga tersebut merupakan terminal khusus yang memiliki pengaturan berbeda.

“Terminal khusus diatur dalam Permen 52 Tahun 2011, sehingga mekanismenya tidak sama dengan pelabuhan umum,” tandasnya.

Selanjutnya, aksi berakhir dengan kondusif. Para buruh kini menunggu proses mediasi dan tindak lanjut resmi dari KSOP, yang menyatakan siap menjadi penghubung antara seluruh pihak untuk menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan di lingkungan pelabuhan. (*/gus)

Pos terkait