TRAGIS!!! Ibu Ini Dikirimi Video Anaknya Mandi di Sungai sebelum Tewas Tenggelam

Pemandian Umum Pasir Panjang Kembali Makan Korban

bocah tenggelam
MENINGGAL: Jenazah korban saat berada di rumah duka, kejadian tenggelamnya pengunjung di lokasi itu merupakan yang kedua kalinya. (Istimewa/Radar Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN, RadarSampit.com – Tempat rekreasi pemandian umum di aliran sungai di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat memakan korban. Seorang anak ditemukan  meninggal dunia akibat tenggelam, Selasa (2/8) pukul 16.00 WIB.

Korban berinsial NRA (12) yang berstatus pelajar kelas 6 SD ini merupakan warga Perumahan Beringin Rindang, RT.08, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar.

Bacaan Lainnya

Informasi dihimpun, sebelum peristiwa terjadi, korban bersama dengan warga perumahan setempat berangkat menggunakan sepeda untuk bermain ke pemandian umum yang berada di tepi jalan lintas utama Pasir Panjang menuju Kecamatan Kumai.

“Sesampainya di pemandian umum tersebut, mereka bermain dan mandi di pemandian itu,” kata paman korban, Iyan.

Ketika mereka asik berenang, korban yang sehari-hari dipanggil Tina itu mengikuti teman-temannya berenang agak ke tengah sungai yang lebih dalam. Diduga karena tidak bisa berenang, Tina langsung tenggelam dan saat itu tidak ada yang menolong.

Baca Juga :  Aktif Patroli Jalanan Dalam Kota

Setelah geger, baru beberapa saat kemudian banyak yang membantu mencari dan mengangkat korban ke atas.

“Saat itu kondisi Tina sudah dalam keadaan lemas dan diduga sudah meninggal dunia, kemudian korban dilarikan ke rumah sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun,” imbuhnya.

Menurut ibu korban, Erna, mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 15.30 WIB, pada saat mandi di sungai tersebut, tante dan kakak korban melihat korban masih mandi di pinggir atau tempat yang tidak dalam.

“Saya sempat dikirim videonya saat anak saya mandi di pinggir, dan saya pun tidak mengetahui persis bagaimana kejadiannya. Yang saya dapat keterangan dari tantenya itu, dia tidak mengetahui bahwa Tina berpindah tempat, tiba – tiba terdengar ada suara yang berteriak ada yang timbul, begitu dilihat tidak tahunya itu Tina,” ujar Erna dengan terbata – bata.

Pos terkait