Dalam kegelapan malam, dingin laut, dan hujan deras, Ode bertahan di tengah ombak selama enam jam.
”Saya sudah tidak kuat lagi berenang. Satu jam kemudian saya ketemu bungkusan kuning berisi parasut, dayung, obat-obatan, roti, air tawar, kembang api, pompa liferaft. Saya juga ketemu lima tas milik kami yang mungkin sengaja dilepas untuk mengurangi beban,” tuturnya.
Di ambang keputusasaan, Ode hanya bisa berpasrah. ”Tidak ada kata lain selain berdoa dan berpasrah kepada Allah. Tapi saya tidak menyangka, Allah mengirim bantuan. Sekitar jam 08.00 pagi saya diselamatkan nelayan dari Ujung Pandaran,” ucapnya haru.
Semua barang berharganya tenggelam bersama kapal. Paspor, buku pelaut, ijazah ANT 5, endorsement BST, KTP, SIM, kartu debit, dan ponsel.
”Saya hanya bertugas mengantarkan kapal milik Haji Bery yang baru dibeli dari Haji Edo. Tidak ada yang bisa diselamatkan selain nyawa saya,” katanya lirih.
Bagi Ode, ini bukan pertama kalinya berhadapan dengan maut di laut. Tahun 1995, ia pernah mengalami kapal tenggelam di Tanjung Mandalika, perairan Semarang.
”Ada 12 orang termasuk saya semuanya selamat naik sekoci, dibantu nelayan ke Pantai Tayu Pati. Tapi muatan 1.000 ton garam tenggelam,” kisah pria asal Palembang ini.
Kini, di usia senjanya, Ode mulai berpikir untuk berhenti berlayar.
”Saya cari makan di laut. Tapi, setelah semua barang berharga tenggelam, mungkin ini sinyal dari Allah agar saya berhenti dan mencari pekerjaan lain yang lebih aman,” ujarnya.
Begitu tiba di darat, tubuhnya masih lemas, tapi ia segera menghubungi Basarnas dan Polairud Polda Kalteng.
”Begitu sampai pantai, saya langsung hubungi Basarnas. Hari itu juga, 7 Oktober, pencarian dilakukan. Hari keempat, dua rekan saya ditemukan meninggal, sementara Cahyo sampai hari kelima masih belum ditemukan,” katanya.
Pujiono ditemukan nelayan pada Jumat (10/10) pagi di perairan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Jenazah dievakuasi menggunakan terpal hijau dan dipikul delapan nelayan ke darat. Di hari yang sama, sekitar pukul 14.30 WIB, Agus Sugianto (54) ditemukan meninggal di perairan Kalap Seban.







