Ulas Lebih Detail 6 Dimensi Smart City

Penyusunan Master Plan Smart City dan Quick Win tahap II

Kegiatan bimbingan teknis penyusunan master plan Smart City
LINTAS SOPD: Kegiatan bimbingan teknis penyusunan master plan Smart City dan Quick Win program unggulan tahap II di ruang Sampit Creative Hub (SCH) Diskominfo Kotim, Rabu (13/7).

SAMPIT, RadarSampit.com -Bimbingan Teknis (Bimtek) tahap kedua Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) i digelar. Kali ini membahas lebih detail mengenai enam dimensi Smart City  yang digelar di Sampit Creative Hub (SCH) Diskominfo, Rabu (13/7).

“Kita sudah masuk di 6 dimensi, jadi lebih detail lagi, kalau pada tahap I kita lebih banyak profiling kondisi daerah,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim Multazam, Rabu (13/7).

Enam dimensi tersebut antara lain, Smart Governance, Smart Economy, Smart Environment, Smart Living, Smart People, dan Smart Branding. Pada kegiatan Bimtek tahap II ini dibagi kelompok sesuai dengan penugasan berkaitan dengan masing-masing dimensi.

“Ada penugasan bagi masing-masing, yang akan membahas per dimensi, karena cukup lumayan besar, nanti baru dari enam dimensi itu pertemuan ketiga kita akan lakukan irisan-irisan,” terangnya.

Pembimbing yang hadir pada kegiatan bimtek tersebut berasal dari Kementerian Kominfo. Oleh Kementerian Kominfo, Kotim terpilih masuk 50 dari 514 kota atau kabupaten Se Indonesia untuk mengikuti Bimtek Smart City yang akan diadakan selama 4 gelombang dan di bulan Desember akan dilakukan kajian serta evaluasi. Bimtek penyusunan master plan Smart City dan Quick Win program unggulan tahap I telah dilakukan pada 8-9 Juni lalu di aula Sei Mentaya Kantor Bappelitbangda setempat.

“Kita berharap kondisi existing ini akan mendapat induksi terkait dengan pemikiran Smart City, terutama pelayanan publik kita di daerah. Tentu cerdasnya lebih dikedepankan,  sehingga fungsi masyarakat untuk dapat dilayani menjadi optimal,” tutur Multazam.

Ia melanjutkan, Bimtek tahap II yang digelar selama dua hari (13-14 Juli) melibatkan berbagai instansi serta tim pelaksana. Dalam kegiatan tersebut ada dua Surat Keputusan (SK), yakni SK Dewan Smart City dan SK Pelaksana Smart City.

Baca Juga :  ABHS Hadirkan Beragam Asian Foods

Dijelaskannya, SK pelaksana Smart City merupakan kumpulan personil yang ada di Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), yang mana personil yang ada didalamnya banyak memberi pengaruh kepada SOPD untuk penggunaan sistem dan kemudahan pelayanan.

“Pelaksananya nanti melibatkan semua instansi,” tukas Multazam

Ia menambahkan, pelayanan publik di Kotim sebenarnya sudah berjalan cukup bagus, hanya saja masalahnya penggunaan ke masyarakat yang belum optimal. Akan tetapi pihaknya berupaya, agar seluruh aplikasi yang ada di semua SOPD sudah tercatat.

“Kami sudah meminta bahan ke seluruh SOPD, lumayan banyak ternyata, baik aplikasi yang kita kelola sendiri maupun aplikasi yang dikelola oleh  pemerintah pusat. Seperti di Dinas Pendidikan itu banyak sekali, kita berharap sebenarnya data yang diproduksi oleh aplikasi itu bermanfaat bagi perencanaan,” terangnya.

Menurut Multazam, di Kotim sudah lama berjalan aplikasi yang menunjang untuk menuju Smart City. Dan saat ini pihaknya sedang melakukan monitoring sejauh apa pemanfaatan itu. Kemudian pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada SOPD untuk optimalisasi penggunaannya.

Kedepan lanjutnya, seluruh aplikasi yang ada di semua SOPD akan didelegasikan ke satu titik. Pihaknya mengambil contoh seperti yang disampaikan oleh pembimbing, dimana aplikasi-aplikasi itu nantinya diportalkan.

“Seluruh aplikasi yang layak kita portalkan, sehingga dia hanya dalam satu jendela saja. Jadi tidak kesana kemari, walaupun misalnya itu aplikasi berbasis android, berbasis web, nanti kita akan kumpulkan di dashboard. Nanti arahnya, Mal Pelayanan Publik yang gadang-gadang per 7 Januari 2023, bupati minta untuk segera operasionalkan, tentu aplikasi ini nanti akan menjadi waran di dalam sistem,” papar Multazam.

Pos terkait