SAMPIT, radarsampit.com – Langkah politik Supian Hadi yang terang-terangan menyatakan niatnya untuk maju dalam Pilkada Kalteng dinilai sebagai angin segar bagi perpolitikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal tersebut merupakan momentum politikus Kotim untuk kekuatan untuk merebut kursi kepemimpinan di Bumi Tambun Bungai.
”Masuknya nama Supian Hadi memenuhi ekspektasi penduduk Kotim yang menginginkan tokoh atau politikus dari wilayah ini bisa masuk dalam kancah pertarungan Pilkada Kalteng,” kata Supriadi, tokoh politik di Kotim, Selasa (7/5/2024).
Supriadi merupakan politikus yang kenyang pengalaman mengarungi perpolitikan di Kotim. Dia beberapa kali duduk sebagai anggota DPRD Kotim dan menempati jabatan strategis sebagai salah satu unsur pimpinan.
Pernyataan Supriadi menyiratkan bentuk dukungannya. Padahal, eks Ketua DPD Golkar Kotim ini tercatat dua kali bertarung sengit dengan Supian Hadi dalam pilkada memperebutkan kursi kepemimpinan di Bumi Habaring Hurung, yakni pada pilkada 2010 dan 2015.
Supriadi menuturkan, adanya perwakilan Kotim yang bisa duduk di kursi Gubernur atau Wakil Gubernur Kalteng diharapkan bisa terpenuhi melalui sosok Supian Hadi. Terlepas dari berbagai kontroversi, setidaknya langkah mantan Bupati Kotim dua periode itu dinilai menunjukkan eksistensi politik Kotim di kancah regional Kalteng.
Dari hitung-hitungan secara politik, lanjutnya, Supian Hadi memiliki gerbong suara yang cukup besar di wilayah Kotim, mengingat jumlah pemilih Kotim yang mencapai 303 ribu orang dari total pemilih di Kalteng yang mencapai sekitar 1.9 juta orang.
Terpisah, pemerhati politik di Kotim Bambang Nugroho mengaku awalnya tak mengira Supian Hadi memutuskan maju bersaing dalam Pilkada Kotim. Pendaftaran secara resmi sekaligus merontokkan keraguan sejumlah kalangan eks Bupati Kotim dua periode itu tak akan maju.
”Artinya, kalau sudah daftar ke partai, yang bersangkutan serius. Karena tidak bisa main-main di situ. Apalagi partai yang dilamar ini rata-rata partai besar semua,” kata Bambang.
Bambang meyakini Supian Hadi memiliki kans untuk mendapatkan rekomendasi dari partai. Apalagi jika Supian mampu mengaet wakilnya yang juga memiliki basis kewilayahan yang kuat.
”Tentunya kekuatan SHD ini tidak hanya di Kotim, tetapi di wilayah Kotawaringin khususnya. Jadi, kalau wakilnya harus mengambil dari wilayah DAS Barito atau Kahayan,” kata Bambang.
Menurutnya, Supian Hadi tentunya sudah berpikir matang dengan keputusannya maju di pilkada. Termasuk risiko rekam jejaknya akan dikupas habis publik dengan berbagai kontroversinya. Hal itu juga bakal jadi sasaran empuk lawan politik menyerangnya melalui kampanye negatif.
”Kita lihat saja perjalanannya nanti. Yang pasti, Supian Hadi harus menyiapkan amunisi atau setidaknya pertahanannya ketika nanti direkomendasikan maju di pilkada untuk menangkal kampanye negatif dari lawan politiknya,” katanya.
Berburu Partai untuk Maju Pilkada Kalteng
Sementara itu, pergerakan politik Supian Hadi terus berlanjut. Setelah mendaftar sebagai bakal calon gubernur Kalteng di PDIP, PKS, PKB, dan Gerindra, Supian kembali mendaftar di Partai Nasdem dan Perindo, Selasa (7/5/2024).
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Perindo Kalteng Sengkon mengatakan, kapasitas Supian Hadi tidak perlu diragukan dalam berbagai hal, mulai dari kepemimpinan hingga pembangunan.
”Partai Perindo mencari orang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengurus daerah maupun masyarakat. Supian memiliki hal itu,” ujarnya.
Perwakilan Partai Nasdem Sa’adudin mengatakan, setelah pendaftaran nantinya akan dilakukan penjaringan dari beberapa bakal calon yang mengembalikan formulir, salah satunya Supian Hadi. Para pendaftar akan direkomendasikan ke DPP untuk ditindaklanjuti.








