Warga Mulai Keluhkan Gatal-Gatal dan Diare, Puluhan Desa Masih Dikepung Banjir

bantuan banjir desa simpur
TERUS DISALURKAN: Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Ketua GOW Kotim Irawati bersama tim kepada salah seorang warga Desa Simpur. Penyerahan didampingi Kades Simpur Khairil Anwar, Jumat (16/9). (RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Bencana banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menyiksa sejumlah warga. Selain merendam rumah, banjir juga mulai mengganggu kesehatan. Sebagian warga mulai mengeluhkan gatal-gatal dan diare.

”Sejumlah warga mulai mengeluhkan masalah gangguan kesehatan seperti gatal-gatal dan diare,” kata Khairil Anwar, Kepala Desa Simpur, Jumat (16/9).

Bacaan Lainnya

Khairil mengatakan, warga mulai mengeluhkan gatal-gatal dan diare pada hari pertama banjir melanda. Sampai kemarin sudah sepuluh hari warga setempat dilanda banjir. Ada 125 rumah yang terendam. Rata-rata ketinggian genangan air di kisaran 30-70 cm.

Polindes dan Pustu tidak terendam, sehingga pelayanan masih berjalan normal. ”Semua pelayanan kesehatan masyarakat masih bisa tertangani. Kasus diare banyak terjadi di hari pertama banjir. Sekarang kondisi air sudah mulai surut,” ujarnya.

Selama banjir, lanjutnya, aktivitas pendidikan masih bisa berjalan. SDN 1 Simpur dan SMPN 8 Kotabesi masih melakukan aktivitas belajar mengajar. Hanya TK yang terpaksa diliburkan.

”TK dan TPA diliburkan, karena bangunannya terendam dan mengantisipasi risiko banjir terhadap anak kecil,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kotim yang juga Wabup Kotim Irawati meninjau lokasi banjir sekaligus menyalurkan bantuan bahan pokok untuk Desa Simpur dan Desa Rasau Tumbuh, Kecamatan Kotabesi.

Untuk Desa Simpur, disalurkan sebanyak 50 sak beras kemasan 5 kg dan 20 dus mi instan dan Desa Rasau Tumbuh sebanyak 40 sak beras dan 20 dus mi instan.

Saat kunjungan dan penyerahan bantuan, Irawati didampingi beberapa pengurus GOW Kotim, termasuk Ketua PWI Kotim Siti Fauziah dan Ketua IKWI Kotim Maya Selviani yang juga ikut menyerahkan bantuan.

Baca Juga :  Sempat Dikabarkan Tewas Laka Tunggal, Ternyata Ini Sejumlah Bukti Kuat Juwita Dibunuh

Irawati berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang selama banjir tak dapat bekerja. ”Ada sekolah tidak bisa beraktivitas karena kebanjiran. Banyak juga yang tidak bisa bekerja mencari nafkah. Semoga bencana banjir ini segera surut,” ujarnya.

Sekdes Rasau Tumbuh Hari mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disalurkan. Bantuan itu dinilai dapat mengurangi beban masyarakat saat banjir.

”Saat ini warga tidak bisa bekerja normal. Banyak aktivitas masyarakat terhenti. Ada 120 rumah dari 157 KK dengan total 548 jiwa yang terdampak banjir. Bantuan ini, bantuan yang pertama warga kami terima,” katanya.

Rendam 26 Desa

Sementara itu, banjir di Desa Palangan, Kecamatan Kotabesi terus meningkat hingga air mencapai 1 meter. Ketinggian air dikhawatirkan meningkat jika hujan terus terjadi di wilayah hulu, karena air kiriman pasti akan menyinggahi sejumlah desa di bantaran DAS Mentaya tersebut.

Banjir terus meningkat. Apalagi kalau hujan terus terjadi, karena kiriman air pasti kena desa kami di Palangan,” kata Kepala Desa Palangan Anastasius Delik.

Delik menuturkan, sejumlah bantuan dari perusahaan dan pertambangan di wilayah itu mulai berdatangan. Kepedulian perusahaan dinilai sangat membantu warga setiap kali terjadi bencana. Pasalnya, kebun karet warga tidak bisa dipanen karena terendam banjir, sehingga warga tidak bisa bekerja dan memilih bertahan hidup seadanya.

”Besok juga ada lagi kiriman bantuan untuk warga kami yang dilanda banjir,” ujar Delik.

Sementara itu, data BPBD Kotim, banjir yang terjadi sejak dua pekan terakhir masih merendam 26 desa yang tersebar di empat kecamatan. ”Untuk wilayah hulu atau utara, sebagian sudah surut, seperti di Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, dan Bukit Santuai. Tapi, ada juga kecamatan lain yang baru mulai dilanda banjir,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel.

Pos terkait