WASPADA!!! Amukan Alam Masih Mengancam, Pohon Bertumbangan Dihajar Angin Kencang

Cuaca ekstrem ekstrem di kalimantan tengah,Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa hari terakhir berpotensi masih bisa terjadi dalam beberapa hari
AMBRUK: Atap bangunan yang ambruk akibat angin kencang yang melanda Palangka Raya pada Senin (28/3) malam. (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa hari terakhir berpotensi masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, sebagian wilayah saat ini megalami musim pancaroba. Kewaspadaan diperlukan untuk meminimalisasi dampak amukan alam.

Senin (28/3) malam lalu, sejumlah daerah di Kalteng dilanda angin kencang disertai hujan deras, di antaranya Palangka Raya dan Sampit. Dampak paling parah terjadi di Palangka Raya yang membuat membuat sejumlah pohon bertumbangan. Selain itu, beberapa bangunan dilaporkan rusak ringan. Namun, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Bacaan Lainnya

Informasi dihimpun Radar Sampit, pohon tumbang terjadi di Jalan Bukit Keminting, Jalan Lintas Luar Mahir Mahar, G Obos, B Koetin, Batam, Sam Ratulangi, Pangeran Samudera, Batu Suli, Krakatau, dan Jalan S Parman. Untuk bangunan yang rusak ringan menimpa bangunan rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Besar.

Baca Juga :  Diduga Korupsi Proyek Aspirasi, Kontraktor Ditahan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emy Abriyani mengatakan, pohon yang tumbang terjadi di sekitar 10 titik. Pihaknya langsung melakukan penanganan dengan membersihkan pohon tersebut.

Menurut Emi, potensi terjadinya cuaca ekstrem masih sangat tinggi, lantaran Palangka Raya memasuki peralihan musim dari penghujan ke kemarau.

”Itu juga perkiraan dari BMKG, bahwa Palangka Raya memasuki pancaroba, perubahan iklim dari musim penghujan ke kemarau. Hujan deras dan angin kencang bisa terjadi seperti Senin lalu, yang membuat banyak pohon tumbang dan bangunan rusak,” katanya.

Pos terkait