Waspada Potensi Banjir Saat Peralihan Musim

sampit kebanjiran
KEBANJIRAN: Rumah warga di Kecamatan Baamang yang tergenang banjir, Selasa (16/4/2024). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Haji Asan Sampit mengimbau masyarakat untuk waspada cuaca ekstrem saat peralihan musim yang dapat berpotensi banjir.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BMKG Kotim Mulyono Leonardo mengatakan, dilihat dari curah hujan pada dasarian 1 dan 2 Mei 2024 yang terpantau di Stasiun Meteorologi Haji Asan di wilayah tengah yaitu Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang yang termasuk area Kota Sampit dan wilayah selatan Kotim sudah memasuki masa transisi peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Bacaan Lainnya

“Pada masa transisi ini potensi cuaca ekstrem cukup tinggi akibat peningkatan curah hujan yang dapat berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor,” kata Mulyono Leonardo kepada Radar Sampit, Selasa (28/5/2024).

Pantauan Radar Sampit, suhu udara di wilayah Kota Sampit dalam beberapa hari juga terasa panas dan gerah, meskipun hujan ringan hingga sedang beberapa kali mengguyur Kota Sampit dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Golkar Pasang Target 12 Kursi DPRD Kalteng

“Suhu udara yang terpantau pada hari ini sebesar 33,5 derajat celsius yang artinya masih dalam angka normal. Sedangkan, hawa panas yang dirasakan saat akan terjadi hujan dan usai hujan disebabkan karena adanya panas laten yang dilepaskan oleh uap air ketika mengembun menjadi awan,” jelasnya.

Kondisi berbeda terjadi di wilayah utara yang dikabarkan mengalami banjir dalam beberapa hari terakhir hingga saat ini.

“Wilayah utara Kotim seperti Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang dan Bukit Santuai termasuk daerah non ZOM (Zona Musim) yang artinya pola hujan rata – ratanya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan, sehingga masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga deras,” katanya.

Akibat curah hujan di wilayah utara Kotim menyebabkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai.

“Pasang surut air laut tidak berpengaruh signifikan dalam terjadinya banjir di Kelurahan Kuala Kuayan dan beberapa desa lainnya di wilayah utara,” ujarnya.



Pos terkait