12 Jam Menyusuri Sungai, Ada Perusahaan Abaikan Warga Tertimpa Bencana

Mengunjungi Warga Terdampak Banjir di Pedalaman Kotim (2-Habis)

banjir
BANTUAN: Wabup Kotim menyerahkan bantuan pada pedagang sayur yang ditemuinya di Desa Pemantang, saat meninjau banjir di Kecamatan Mentaya Hulu. (YUNI/RADAR SAMPIT )

Tak mudah mendatangi lokasi banjir yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kotim. Lokasi yang jauh jadi tantangan tersendiri. Hal itulah yang dirasakan rombongan Wakil Bupati Kotim Irawati yang harus menempuh perjalanan hampir 12 jam melalui sungai.

YUNI PRATIWI, Sampit

Bacaan Lainnya

Menggunakan speedboat milik Polairud Polres Kotim, rombongan Irawati meninjau satu per satu lokasi banjir yang ada di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu. Ada sekitar delapan desa yang dikunjungi dengan membawa bantuan paket bahan pokok dari Pemprov Kalteng yang diserahkan secara simbolis kepada warga terdampak banjir.

Perjalanan ke Kecamatan Mentaya Hulu dimulai dari rumah jabatan Wakil Bupati Kotim Irawati sekitar pukul 12.00 WIB. Rombongan yang berangkat dikawal Dinas Perhubungan Kotim dan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Telaga Antang Oktav Pahlevi.

Ada delapan mobil yang ikut bersama Irawati ke lokasi. Satu rangkaian rombongan terdiri dari Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rinie, Kasat Pol PP Simson Kaharap, Damkar Kotim, dan Direktur SKH Radar Sampit Siti Fauziah.

Di sekitar Jembatan Bajarum, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kotim Rusmiati bergabung dalam rombongan. Begitu juga dengan Kepala Kesbangpol Kotim yang bertemu dengan rombongan di Kecamatan Parenggean.

Rombongan tiba di Kecamatan Parenggean sekitar pukul 14.30 WIB untuk istirahat sekaligus makan siang di warung makan. Pemilik wilayah, Camat Parenggean Siyono, menghampiri rombongan.

Saat akan melanjutkan perjalanan, hujan tiba-tiba turun. Namun, hanya beberapa menit. Iring-iringan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Mentaya Hulu melewati perkebunan kelapa sawit.

Irawati bertolak ke Mentaya Hulu, karena pada Selasa (7/9) itu, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran juga meninjau lokasi banjir dengan membawa bantuan. Namun, Irawati tidak sempat bertemu, karena Sugianto sudah dalam perjalanan kembali ke Sampit.

Menuju Kecamatan Mentaya Hulu memang tidak semulus perjalanan di aspal ibu kota kabupaten. Meski demikian, candaan yang sesekali terdengar dari masing-masing rombongan melalui walkie talkie, cukup menghibur menikmati perjalanan panjang. Apalagi itu kali pertama penulis menginjakkan kaki di Kecamatan Mentaya Hulu.

Di dalam perkebunan sawit, kubangan air akibat hujan membuat rombongan harus memperlambat kecepatan mobil. Ada sekitar dua kubangan yang cukup dalam dan lebar.

Sebelum tiba di Kantor Kecamatan Mentaya Hulu, rombongan harus melintasi jalan yang tertutup air dengan arus yang cukup kencang. Ban mobil dobel kabin sampai tak terlihat saking tingginya air. Apabila mobil kecil yang melintas, kemungkinan besar  yang terlihat hanya atapnya.

Masyarakat yang membawa kendaraan roda dua tak bisa melintas. Kendaraan mereka dibawa naik ke atas mobil bak terbuka untuk bisa sampai ke sisi lain dengan dataran yang lebih tinggi. Warga setempat berjaga untuk memberikan peringatan kepada warga agar berhati-hati saat melintas.

Rombongan tiba di kecamatan sekitar pukul 17.00 WIB, karena sudah hampir senja. Tidak ada kegiatan yang dilakukan. Irawati menyempatkan diri memantau posko darurat banjir yang didirikan di halaman kantor kecamatan.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju mes perusahaan yang berjarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari kantor kecamatan dan  menginap satu malam. Di mes tersebut, rombongan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim tiba lebih dulu.

Di sela istirahat setelah menempuh perjalanan jauh, Irawati bersama Ketua DPRD Kotim Rinie mengecek kesehatan. Mereka bahkan sempat melakukan akupuntur, yang diikuti sejumlah pejabat lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *