Ada Apa Ini? KMP Kalibodri Tunda Pelayaran Kumai-Kendal

penyeberangan kumai
Personel UPT Pelabuhan Penyeberangan Kumai Dishub Kobar saat melakukan pengawasan turun penumpang dari KMP. Kalibodri

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – KMP Kalibodri rute Kendal-Pelabuhan Roro Kumai terpaksa menunda keberangkatan kapal akibat cuaca buruk. Sejumlah penumpang yang akan menuju Kumai harus bersabar.

Manajemen KMP Kalibodri Agus Salim dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Kapal sedianya berangkat pada 16 Maret, ditunda sampai kondisi cuaca membaik. “Diberangkatkan lagi sampai menunggu waktu atau cuaca membaik,” ungkap Salim.

Bacaan Lainnya

Sementara itu Kepala PT DLU Cabang Kumai Agus Supriyanto mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum ada penundaan jadwal kapal.

“Sampai sekarang kita masih lanjut dan sesuai jadwal yang ada,” ungkap Agus.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Iskandar Pangkalan Bun mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi bagi pelayaran kapal penumpang tujuan Kumai-Surabaya.

Peringatan dini dikeluarkan untuk kewaspadaan tingginya gelombang di perairan Jawa Tengah yang mencapai 1,5 meter sampai 2,5 meter, sementara untuk perairan Jawa Timur ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0,5-1,3 meter, laut Jawa bagian Timur antara 0,5-1,8 meter dan Samudra Hindia Selatan Jatim antara 1,5-3,0 meter, per 15 Maret 2024.

Baca Juga :  Pasar Dipenuhi Pengunjung, Jalanan Kota Pangkalan Bun Padat Merayap

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Iskandar Pangkalan Bun Nur Setiawan mengatakan, tinggi gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter berpeluang terjadi perairan Laut Jawa bagian tengah, perairan Karimun Jawa, perairan Brebes-Pemalang, perairan Pekalongan – Kendal, perairan Semarang-Demak, dan perairan Jepara serta perairan Pati – Rembang.

“Waspada tinggi gelombang lebih dari 2.5 meter di Perairan selatan Jatim dan Samudra Hindia selatan Jatim,” tegasnya.

Berdasarkan prakiraan kondisi cuaca maritim di Jawa Timur, arah angin di Laut Jawa didominasi dari arah Barat – Barat Laut dengan kecepatan angin maksimum di laut Jawa bagian timur sebesar 23 knot (42 km/jam), dan di Samudra Hindia selatan Jatim didominasi dari Barat – Barat Laut dengan kecepatan angin maksimum sebesar 29 knot (62 km/jam).

Ia meminta agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan di pesisir yang berpeluang terjadi gelombang tinggi senantiasa waspada.



Pos terkait