SAMPIT, radarsampit.com – Lengkingan sejumlah kaum hawa memecah keriuhan ruang utama Sekretariat PWI Kotim, Sabtu (25/2) siang. Dua srikandi organisasi wartawan tertua di Indonesia itu, Yuni Pratiwi dan Putri Taibah, tengah bersaing sengit dengan dua pria di sampingnya dalam turnamen electronic sport (e-sport) yang mempertandingkan permainan e-football.
Yuni dan Putri satu tim dalam permainan dengan format ganda atau berpasangan dalam permainan sepak bola virtual tersebut. Keduanya tergolong baru memegang stik Playstation 4, perangkat elektronik yang digunakan dalam turnamen. Akibatnya bisa ditebak; kehebohan yang tak terhindarkan.
Memakai nama tim Princes, kegaduhan sudah dimulai dari awal. Apalagi format ganda tersebut memerlukan kerja sama tim yang solid untuk bisa mengendalikan pemain bola virtual di layar televisi 32 inchi di hadapannya. Suasana semakin heboh dengan teriakan pendukung di belakangnya.
Salah oper hingga tendangan yang asal-asalan sampai blunder berkali-kali, jadi suguhan utama keduanya melawan dua pria musuhnya, tim dari PWI Kabupaten Katingan yang lebih berpengalaman. Dua srikandi wartawan itu akhirnya jadi bulan-bulanan lawan dengan selisih skor yang besar; 11-0.
Kehebohan tak hanya terjadi pada peserta putri. Dalam format yang sama, tim dengan nama Kotim 1 yang diisi Ahmad Syihabudin dan Yono Heriyanto tak kalah riuhnya. Meski sudah mengatur strategi sedemikian rupa, keduanya kerap saling menyalahkan ketika pemainnya melakukan kesalahan. Situasi semakin ribut ketika tim lawan menyarangkan bola ke gawang keduanya.
Selain menyajikan persaingan sengit wartawan, turnamen e-Sport yang digelar PWI Kotim kemarin memang menyajikan hiburan yang mengundang gelak tawa dari para peserta dan penontonnya. Persaingan sengit terutama terlihat jelas pada kelompok putri yang semua pesertanya baru memainkan permainan yang akrab dengan para pria tersebut.
Hampir semua pertandingan kelompok putri berakhir imbang. ”Kalaupun ada gol, itu pun kebetulan. Lawan saya sendiri kaget bisa sampai memasukkan gol ke gawang saya,” kata Siti Fauziah, salah satu peserta yang juga Ketua PWI Kotim.
Sebelumnya, turnamen tersebut dibuka Bupati Kotim diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Wim Reinardt Kalawa Benung. Dalam sambutannya, dia mengatakan, Pemkab Kotim mengapresiasi penuh kegiatan tersebut.
”Apalagi tahun ini Kotim akan menjadi tuan rumah dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan diselenggarakan Juni 2023 ini,” kata Wim.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan atlet dari kalangan wartawan yang hebat dan memiliki peluang untuk mewakili Kotim ikut bertanding dalam cabor e-sport. Pembukaan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Kotim, Ketua DPRD Kotim, Ketua KONI Kotim, Kalapas Kelas IIB Sampit, Ketua PWI Kalteng, dan perwakilan pejabat dari Kominfo Kotim.
Sementara itu, Siti Fauziah mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kotim, Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rinie, dan Ketua KONI Kotim Ahyar Umar atas dukungan sekaligus memberikan bonus untuk para pemenang, serta doorprize berupa kulkas dari Irawati untuk peserta yang ikut berpartisipasi dalam turnamen.
”Terima kasih banyak saya ucapkan kepada Pak Bupati, Ibu Wabup dan Ibu Ketua DPRD Kotim dan Ketua KONI Kotim yang tidak hanya menyempatkan hadir, tetapi juga memberikan bonus untuk para pemenang dan doorprize untuk peserta. Saya berharap kegiatan yang sekarang digelar hanya untuk wartawan PWI se-Kalteng ini, ke depannya bisa diselenggarakan lagi untuk masyarakat umum,” kata Fauziah yang juga Direktur Radar Sampit ini.








