ASTAGA!!! Ketidaktahuan Warga Dimanfaatkan Pengedar Narkoba di Sampit

rapat pemberantasan narkoba
RAPAT: Ketua BNK Kotim Irawati saat pimpin rapat kerja Timdu P4GN Kotim belum lama tadi. (Dok. YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Ketidaktahuan masyarakat terhadap bahaya narkoba sering dimanfaatkan pengedar narkoba. Karena ketidaktahuannya itu masyarakat lebih mudah untuk dibujuk oleh para pengedar narkoba.

“Ketidaktahuan akan bahaya narkoba sering kali dimanfaatkan oleh pengedar. Jadi masyarakat yang tidak tahu apa bahaya narkoba akan mudah dirayu dan  diiming-imingi  oleh pengedar,” kata Ketua Umum Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotim Irawati.

Bacaan Lainnya

Bagai dua sisi mata uang, narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.

“Ada pengedar menawarkan obat karena mungkin warga sakit sudah lama yang tidak sembuh-sembuh. Ternyata itu adalah narkoba. Karena itu mengakibatkan hilang rasa sakit yang dideritanya, tetapi apabila tidak minum itu akan sakit lagi. Inilah yang mengakibatkan ketergantungan, dan itu dimanfaatkan pengedar karena ketidaktahuan warga,” ungkap Irawati yang juga Wakil Bupati Kotim.

Baca Juga :  Gerebek Arena Judi Dadu Gurak, Bandar dan Pemain Ditangkap Polisi

Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi, akhirnya kecanduan yang justru berbahaya untuk kesehatan. “Jadi ketergantungan, kadang ada anak-anak atau ibu-ibu biasanya menggunakan itu justru sangat bahaya,” tuturnya.

saat berkunjung ke BNN Pusat beberapa waktu lalu, dirinya mendapatkan informasi bahwa desa atau kecamatan yang tidak ada jaringan telekomunikasi ataupun internet justru lebih mudah untuk masuknya pengedar narkoba.

“Yang bahaya itu adalah desa atau kecamatan yang tidak ada sinyal. Kondisi tersebut dimanfaatkan mereka untuk lebih mudah mengedarkan barang haram itu. Justru semakin jauh desa itu semakin mudah mereka mengedarkan, ada yang dalam bentuk permen dan bentuk obat, jadi caranya diiming-imingi ke ibu-ibu seperti itu, menawarkan obat, padahal itu narkoba,” tandasnya.



Pos terkait