Banjir Kiriman Merambah Sejumlah Kelurahan di Pangkalan Bun

banjir
GANGGU AKTIVITAS: Kondisi banjir di RT 18, Gang Kerbau, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, Jumat (26/4/2024).

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Warga permukiman di bantaran Sungai Arut, Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai dikhawatirkan dengan kondisi debit air sungai yang semakin meninggi.

Beberapa permukiman warga di bantaran sungai sudah mulai terendam air, Jumat (26/4/2024).

Bacaan Lainnya

Aktivitas warga pun sudah mulai terganggu. Seperti menuju Jalan Raya warga sudah ada yang menggunakan perahu, terutama saat bekerja dan anak-anak berangkat sekolah.

Informasi dihimpun, luapan sungai terpanjang di Kabupaten Kobar itu telah menggenangi permukiman di Kelurahan Baru, Kelurahan Raja, Kelurahan Raja Seberang, Kelurahan Mendawai dan Mendawai Seberang.

Lurah Baru, Kecamatan Arut Selatan, Ikhsan menyampaikan, di wilayahnya yang paling terdampak banjir luapan sungai Arut adalah di Gang Kerbau RT 18 dan Tatas.”Sementara untuk permukiman yang lain sudah mulai terancam, untuk di Gang Kerbau air sudah menenggelamkan jalan poros mereka menuju jalan raya,” terangnya.

Baca Juga :  Lokasi Pengungsian Mulai Dipadati Warga, GOR KBA Tampung Warga Dari Tiga Desa

Atas kondisi tersebut, pemerintah kelurahan setempat sudah memberikan imbauan kewaspadaan terhadap bencana banjir kepada masyarakat khususnya yang bermukim di bantaran bantaran sungai.

“Untuk pendataan berapa banyak yang terdampak masih belum dilakukan, sebatas imbauan kepada warga untuk waspada,” tegas Ikhsan.

Sementara itu Lurah Raja Supriyadi mengatakan, laporan yang masuk ke kelurahan, untuk rumah yang terendam air banjir hingga saat ini masih belum ada, namun air luapan sungai Arut sudah ada yang menggenangi teras rumah warga.

“Update sampai tadi malam (red: kemarin) masih belum ada rumah yang terendam, tetapi kalau teras ada beberapa yang sudah terendam,” ungkapnya.

Menurut Supriyadi, di wilayahnya yang paling terdampak adalah warga di RT 02 dan 06 yang berada di bantaran sungai. Pemerintah Kelurahan sudah memberikan imbauan kewaspadaan melalui group WhatsApp warga.

Sementara itu, banjir saat ini juga mengancam kelurahan Raja Seberang, permukiman padat penduduk di tengah kota itu sudah mulai terendam, terutama di teras rumah warga.



Pos terkait