Banjir Surut, Jalan Darat Belum Bisa Dilalui

banjir Kolam surut
JALUR SUNGAI: Masyarakat Desa Kondang masih mengandalkan transportasi sungai karena akses jalan yang belum bisa dilewati. (RINDUWAN/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN -Banjir yang merendam rumah penduduk di tiga desa dan dua kelurahan di Kecamatan Kotawaringin Lama mulai surut. Namun akses darat ke Desa Kondang masih belum bisa dilewati.

Pantauan media ini, banjir di Kelurahan Kotawaringun Hulu dan Kotawaringin Hilir sudah sudah surut. Sudah tidak ada lagi genangan banjir di jalan maupun rumah warga.

Sedangkan untuk tiga desa lain yakni Lalang, Rungun, dan Kondang baru dua hari ini mulai surut. “Untuk banjir di pemukiman penduduk akibat meluapnya Sungai Lamandau sudah surut. Ketinggian banjir sebelumnya sampai 80 centimeter, namun dalam dua hari ini sudah surut total,” kata Kades Kondang Suhendro.

Ketinggian air Sungai Lamandau saat ini sudah sangat jauh menurun, ditambah lagi dalam beberapa hari sudah tidak ada hujan. “Namun akses jalan menuju ke Desa Kondang masih belum hisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena masih berlumpur dan sejumlah titik terendam parah,” ujarnya.

Oleh karena itu untuk aktivitas keluar desa masyarakat mengandalkan transportasi sungai. Pada saat masyarakat berbelanja untuk membeli sembako dan keperluan lainya melalui sungai. “Satu-satunya akses warga saat berbelanja atau berangkat kerja ya lewat sungai. Warga naik perahu dari Desa Kondang ke Rungun kurang lebih 20 menit, baru bisa perjalanan darat,” ujarnya.

Baca Juga :  Menghilang Saat Dikepung Warga, Pencuri Lolos Saat Akan Ditangkap

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Martogi mengatakan, secara keseluruhan banjir di Kecamatan Kotawaringin Lama sudah surut. Sehingga fokus penanganan bencana saat ini tinggal di Kecamatan Arut Utara dan Arut Selatan.

“Arut Utara sebenarnya sudah mulai berkurang ketinggian airnya sementara itu di Arut Selatan air masih tinggi. Kita berharap tidak hujan lagi, supaya tidak ada kenaikan air sungai dan menyebabkan rumah di bantaran sungai terkena dampak banjir lagi,” pungkasnya. (rin/sla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *