Banyak Lubang, Titian Ulin Raja Seberang Makin Membahayakan  

jalan raja seberang
TITAN ULIN: Suasana perkampungan RT 02, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, Minggu (7/7/2024). (Sulistyo/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Kondisi jembatan papan yang berfungsi untuk jalan bagi masyarakat Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), bisa membahayakan keselamatan warga bila tidak lekas diperbaiki.

Selain sudah banyak berlubang, jembatan yang sudah uzur itu juga sangat sempit. Untuk berpapasan dua kendaraan, salah satunya harus berhenti.

Bacaan Lainnya
Gowes

Peristiwa kecelakaan baru saja terjadi. Warga RT 02, Kelurahan Raja Seberang, terjatuh dari ketinggian dua meter dari atas jembatan saat berkendara. Dia bermaksud berbelok namun karena badan jembatan sempit, ia tidak mampu menguasai kendaraan hingga terjatuh, Minggu (7/7/2024).

Warga yang melihat insiden itu berlari  memberikan pertolongan. Mereka langsung melompat dari atas jembatan, karena melihat kondisi korban yang terdiam tidak bergerak. Warga langsung menolong korban dan mengangkatnya ke atas, begitu pula dengan kendaraannya.

Baca Juga :  Demam Agustusan Di TK Kartika V-42, Anak Berlomba Ibu Yang Geregetan

“Ibu itu bermaksud menghadiri undangan nikahan, ia seorang diri berkendaraan saat akan belok di simpang empat, hilang keseimbangan dan jatuh,” ungkap Dewanti.

Beruntung korban tidak mengalami luka berat. Di bagian kepala luka akibat benturan dengan tumpukan kayu. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perombakan jembatan dan menggantinya dengan cor beton, agar jalan mulus dan aman dilalui kendaraan.

“Infonya tahun ini akan masuk peningkatan jalan di poros jalan Abdul Hamid ini, tapi sudah bukan Juli belum ada tanda proyek dikerjakan,” bebernya.

Warga lainnya, Indra, menyampaikan harapannya agar ada anggaran  disisihkan untuk peningkatan badan jembatan dari kayu ke beton. Mengingat jembatan kayu sudah tidak relevan lagi dengan kondisi kendaraan yang hilir mudik.

“Kalau berkendara dilarang, wilayah Raja Seberang ini luas, ada 7 RT. Dari jalan poros Kolam menuju perkampungan hampir satu kilometer, tidak mungkin warga jalan kaki. Jadi memang butuh perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk peningkatan, kasihan sudah banyak warga yang jatuh,” pungkasnya. (tyo/yit)



Pos terkait