Banyak Rusak, Jalan Lingkungan di Pangkalan Bun dan Kumai Perlu Perbaikan

jalan
PERLU PERBAIKAN: Kondisi Jalan Tapah di samping Gereja Pantekosta Kelurahan Baru Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, yang rusak arah, Jumat (7/5/2024).

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Sejumlah jalan lingkungan di Kota Pangkalan Bun dan Kecamatan Kumai dalam kondisi rusak parah, sudah bertahun-tahun belum ada perbaikan dari dinas terkait.

Padahal sudah berulangkali dilakukan pengukuran dan diberi tanda silang di sejumlah titik-titik kerusakan.

Bacaan Lainnya

Meski jalan tembusan namun jalan-jalan tersebut sangat vital karena merupakan jalur alternatif warga menuju Jalan Ahmad Yani, dan menuju Jalan Padat Karya Gaya Baru (PKGB) yang tembus ke Jalan Natai Arahan.

“Sebelum banjir besar tahun 2022 Jalan Tapah samping gereja ini sudah rusak. Ditambah terendam banjir di tahun itu makin hancur dan belum ada perbaikan sedikit pun,” keluh Anto, salah satu warga Kampung Baru, Jumat (7/5/2024).

Menurutnya, bila ingin diinventarisasi, kerusakan jalan di pemukiman dan jalan gang di Kelurahan Baru, Kelurahan Raja, Sidorejo, Madurejo, dan Mendawai  sangat banyak.

Sehingga bila terus dibiarkan maka kerusakan akan semakin parah. Anto pun mengaku bingung apakah kerusakan jalan di permukiman menjadi kewenangan Dinas PUPR Kobar atau Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).

Baca Juga :  KM 06 Jalan Pangkalan Bun - Kolam Makin Parah

Warga Kelurahan Baru lainnya Nasrul menyampaikan harapannya terhadap para anggota DPRD terpilih untuk dapat menganggarkan perbaikan jalan-jalan dipermukiman setelah dilantik nanti.

Dikatakannya pula, jalan yang ada disamping gereja Kelurahan Baru itu sudah tidak layak dilewati dan sudah mirip jalur terabasan para penghobi motor trail.

“Untuk anggota dewan terpilih yang nanti dilantik, dan untuk Dinas PUPR maupun Perkim kami tunggu perbaikannya,” harap Nasrul.

Kerusakan jalan permukiman juga dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Kumai, terutama Jalan Padat Karya I Desa Sungai Kapitan, arah candi menuju Bundaran Perahu.

“Kelakuan orang dinas jalan cuman dicoret-coret saja dititik kerusakan, tapi belum ada perbaikan. Suudah berapa kali di coret lubangnya, tapi jalan begitu-begitu saja,” pungkasnya Suwandi, salah satu warga Kapitan Kumai. (tyo/gus)



Pos terkait