Bea Cukai: Puluhan Toko Jual Pakaian Bekas Diduga Impor Ilegal di Palangka Raya

Sita Puluhan Karung Pakaian Eks Impor

sita pakaian eks impor ilegal
DIAMANKAN: Petugas Bea Cukai Palangka Raya menyita puluhan karung baju eks impor yang diduga ilegal. (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Bea Cukai Palangka Raya bersama Polda Kalteng dan Dinas Perdagangan Kalteng, mengamankan 27 karung pakaian bekas di salah satu toko pakaian Jalan Temanggung Tilung. Pakaian tersebut diamankan karena diduga ilegal. Para pengusaha yang menjajakan pakaian tersebut juga diminta menghentikan aktivitasnya.

Plh Kepala Bea Cukai Palangka Raya Firman Yusuf mengatakan, puluhan karung pakaian yang diamankan menjadi barang yang dikuasai negara. Penindakan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat yang merasa dirugikan adanya penjualan pakaian bekas impor.

Bacaan Lainnya

”Saat ini terdapat puluhan toko penjual pakaian bekas diduga impor ilegal di Palangka Raya. Maka itu,  penindakan ini dapat menjadi peringatan bagi penjual lainnya untuk bisa segera menghentikan aktivitas tersebut,” ujarnya, Jumat (5/8).

Firman Yusuf menuturkan, penjualan pakaian bekas eks impor ilegal tersebut dapat menimbulkan beberapa dampak negatif kerugian ekonomi yang cukup kentara terhadap pelaku usaha pakaian legal. Selain itu, juga berdampak dari sisi kesehatan seseorang serta tidak mendukung program ekonomi nasional, karena barang impor dari negara asal tersebut merupakan limbah yang seyogianya tidak pakai lagi.

Baca Juga :  Penyertaan Modal Bisa Jadi Solusi Kenaikan Tarif PDAM Sampit

”Masuk ke negara kita merusak pasaran dan diproduksi lokal,” jelasnya.

Firman menambahkan, penjualan pakaian bekas diduga eks impor ilegal itu melanggar sejumlah undang-undang yang dapat berakibat pada hukum pidana. Di antaranya mengenai kepabeanan dan perlindungan konsumen.

Pos terkait