Begini Cerita Polda Kalteng Ungkap Perdagangan Anak di Bawah Umur di Pal 12 Sampit

muncikari pal 12 sampit
TAK BERKUTIK: Polda Kalteng memperlihatkan muncikari yang diamankan dari lokalisasi Pal 12 Sampit karena melibatkan anak di bawah umur, Selasa (13/9). (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Keberhasilan Polda Kalteng mengungkap praktik perdagangan manusia yang melibatkan anak di bawah umur tak lepas dari penyamaran yang dilakukan anggotanya. Dirreskrimum Polda Kalteng Kombes Pol Faisal F Napitupulu mengatakan, pengungkapan praktik itu dilakukan setelah timnya mendapat informasi masyarakat.

Timnya kemudian menyamar menjadi pelanggan dengan memesan dua orang anak di bawah umur dengan cara mentransfer uang sebesar Rp 800 ribu ke rekening milik sang muncikari. Biaya itu merupakan pemesanan untuk dua orang, masing-masing Rp 350 ribu. Adapun muncikari mendapat Rp 100 ribu dari dua wanita yang jadi binaannya itu.

Bacaan Lainnya

”Setelah ada kesepakatan, kami menemukan perempuan di bawah umur berinisial YY dan ZZ di sebuah tempat karaoke di Jalan Jenderal Sudirman Km 12, Kotim. Saat penggerebekan, langsung menangkap tersangka sebagai muncikari,” kata Faisal.

Baca Juga :  Hotel Midtown Sampit Tawarkan Katering Sesuai Permintaan

Muncikari yang diamankan adalah Kh (53), perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur. Polisi juga mengamankan dua PSK masih di bawah umur, yakni YY (16) dan ZZ (15), serta 12 wanita penghibur lainnya.

”Saat ini sudah kami amankan semua. Pengakuan tersangka, kedua korban ditampung di karaoke  dan identitas mereka dipalsukan. Keduanya juga terjerat utang  dari biaya transportasi kedatangan dan biaya hidup. Mereka dari Bandung. Sampai akhirnya dieksploitasi secara seksual di TKP,” ujar Faisal F Napitupulu.

Menurut Faisal, dua anak di bawah umur yang diamankan merupakan primadona di lokalisasi itu. Belasan 12 PSK lainnya sudah beberapa bulan ikut bersama Kh. Di lokasi itu, tersangka membuka bisnis prostitusi berkedok warung karaoke.

Pos terkait