SAMPIT, radarsampit.com – Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-77 tahun masih berlanjut. Setelah melaksanakan apel upacara besar-besaran Rabu (17/8) kemarin, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) lanjut menggelar karnaval, Kamis (18/8).
Panitia festival karnaval mengusung tema persatuan yang diambil dari bahasa Jawa Kuno yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Panitia juga menerapkan tema nasional kemerdekaan tahun ini yakni “Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat”.
Ada 70 peserta dari kalangan pelajar dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA serta masyarakat umum yang mengikuti karnaval dengan memberikan penampilan yang menarik, berpakaian budaya adat, mengangkat seni daerah dan seluruhnya membawa ukiran burung garuda sebagai lambang Bhineka Tunggal Ika. Adapula penampilan kuda lumping, babukung (tarian ritual adat kematian suku Dayak,Red), pencak silat sendeng ( jenis bela diri yang dikembangkan khusus untuk pertarungan di atas perahu,Red).
Festival karnaval dimulai dari pukul 09.00-16.00 WIB dan disaksikan oleh ribuan masyarakat di Parenggean. Selain dari Kecamatan Parenggean, peserta juga ada dari Kecamatan Tualan Hulu dan Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu.
Peserta berjalan kaki dimulai dari lapangan SMPN 1 Parenggean ke Jalan Kali Kasa menuju panggung kehormatan di depan Kantor Kecamatan Parenggean. Setiap peserta diberikan waktu lima menit untuk menampilkan yel-yel dan kemudian lanjut ke Jalan Lesa menuju Pasar Parenggean sampai ke Terminal dan lanjut kearah Kampung Bengek. Kemudian, berbelok ke Jalan Naim, lalu ke Jalan Yurni dan kembali ketitik start (Lapangan SMPN 1 Parenggean).
Camat Parenggean Siyono mengatakan kegiatan pesta karnaval menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Namun, sempat vakum selama dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19. “Tahun ini karnaval kembali diadakan lagi dengan begitu meriah, semua peserta yang hadir memberikan penampilan yang menarik, lebih modern, dan sangat menghibur masyarakat yang hadir,” kata Siyono, Kamis (18/8).
Dalam suasana karnaval itu, para petani juga banyak menyumbangkan hasil panennya mulai dari sayur-sayuran hingga buah-buahan. “Ini bukti bahwa perekonomian masyarakat Parenggean mulai bangkit dari pandemi, para petani tanpa diminta datang sendiri membawa hasil panen sampai panggung penuh dengan hasil panen,” ujarnya.
Menurutnya, hasil panen itu diberikan cuma-cuma oleh para petani sebagai bentuk rasa syukur karena masyarakat Indonesia dapat merayakan hari kemerdekaan dengan begitu semarak. “Masyarakat semua pada senang, kita semua berkumpul merayakan hari kemerdekaan. Selama dua tahun terakhir, kita hanya upacara lewat zoom meeting dan tidak ada perayaan semeriah ini, tahun ini saatnya kita semarakan semangat kemerdekaan Indonesia,” kata Siyono.
Ditengah-tengah pesta karnaval, sejumlah anggota DPRD Kotim yang ikut hadir juga memberikan doorprize dalam bentuk uang tunai untuk peserta karnaval yang dapat memberikan penampilan yang menarik dan lucu.
“Semua peserta dinilai oleh panitia. Mereka yang menang akan mendapatkan piagam penghargaan dari kami,” ujarnya.
Siyono mengatakan pesta karnaval merupakan puncak perayaan dalam rangkaian perayaan hari kemerdekaan. Sebelumnya, panitia sudah melaksanakan berbagai lomba seperti lomba karoke, persatuan baris berbaris (PBB), Pawai Lampion, lomba paduan suara, yel-yel, lomba nasi tumpeng kemerdekaan yang diikuti 14 desa dan 1 kelurahan dan lomba adzan yang masih dalam rangkaian tahun baru islam 1 Muharram 1443 Hijriah.







