SAMPIT – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kotim hingga kini masih melakukan penyidikan dan penyelidikan kasus penipuan bermodus arisan. Polisi sudah memiliki dua alat bukti dari kasus tersebut.
”Dari hasil pemeriksaan saksi yang juga merupakan korban, kami sudah menyimpan dua alat bukti,” kata Kasatreskrim Polres Kotim AKP Gede Agus Putra Atmaja, Senin (6/9) kemarin.
Menurutnya, dari dua alat bukti tersebut yakni keterangan korban dan bukti transfer uang yang disetorkan kepada pengelola arisan diduga bodong. ”Dari bukti ini, nanti akan kami pelajari dulu apakah ada mengarah ke tindak pidana,” ujarnya.
Sementara, pihak penyidik juga rencananya akan menghadirkan pengelola arisan berinisial SM bersama para pelapor. Di situ, penyidik akan melakukan klarifikasi antara korban dan diduga pelaku penipuan bermodus arisan tersebut.
” Nanti kami akan melalukan klarifikasi. Maka dari itu, kami minta waktunya dahulu sampai pemeriksaan nanti benar-benar selesai,” ucap Gede.
Seperti berita sebelumnya, sejumlah warga Kota Sampit beramai-ramai mendatangi Mapolres Kotim untuk melaporkan tentang dugaan penipuan bermodus arisan.
Para korban melapor agar pelaku SM diamankan dan diproses sesuai hukum. Namun, sampai saat ini SM belum bisa dihadirkan di depan penyidik. Diduga kuat, ia sedang tidak berada di Kota Sampit. (sir/fm)