Bertemu Rhoma Irama KW Sampit, Pekerjaannya Kapolri, Istri ke Luar Negeri

Perjalanan Petugas BPS Kotim Melakukan Pendataan Regsosek Malam Hari

pendataan regsosek 2022 kotim
MALAM REGSOSEK: Petugas BPS Kotim melakukan pendataan kepada salah orang dengan gangguan jiwa di emperan toko Jalan Pangeran Antasari, Sabtu (29/10). (IST/RADAR SAMPIT)

Perjalanan pertama, seluruh tim menyusuri Pelabuhan Sampit, Kawasan Ikon Jelawat hingga Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM). Selanjutnya, tim berpencar. Ada yang ke Taman Kota Sampit, Stadion 29 November, Pasar Al Kamal, Pasar Sejumput, dan pasar lainnya. Selain itu, juga menyasar awak kapal yang bersandar di Pelabuhan Sampit.

Dari penelusuran itu, petugas menemukan enam orang berusia paruh baya tidur di lorong pasar. Dua di antaranya merupakan orang yang sama yang sudah pernah didata BPS Kotim saat pendataan sensus pada September 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Dengan penerangan yang terbatas, petugas menyusuri lorong pasar yang gelap dan kotor. Mereka menanyakan tiga pertanyaan penting, yaitu nama, umur, pekerjaan, dan gangguan kesehatan yang dialami warga bersangkutan.

Sepasang suami-istri ditemukan sedang tidur beristirahat dengan jarak yang tak berdekatan. Mereka mencari posisi tidur ternyaman, beralaskan kardus, tidur di atas papan kayu yang mereka bayangkan seperti kasur. Ada pula perempuan paruh baya yang tidur hanya di atas papan kayu berselimutkan karung.

Baca Juga :  Dilaporkan Surut, Pemprov Tetap Pantau Banjir Daerah

Petugas BPS juga menemukan dua ODGJ di sekitaran Jalan Pangeran Antasari. Satu di antaranya mengaku bernama Rhoma Irama utusan Yahudi.

Perawakan Rhoma Irama KW ini sudah cukup berumur. Diperkirakan usianya sudah hampir setengah abad. Gitar cokelat selalu dibawanya kemana-mana. Berpakaian seragam cokelat seperti yang digunakan Polri. Ada tulisan polisi di dada kirinya. Mengenakan topi yang menyerupai polisi, serta atribut lainnya. Namun, wajahnya tak sedikit pun menyerupai Rhoma Irama, Raja Dangdut Indonesia.

Pria itu tak lagi nyambung ketika diajak berinteraksi. Apa yang ditanya petugas selalu berubah-ubah. Dia juga merupakan ODGJ yang sudah pernah didata petugas BPS Kotim pada 2020 lalu. Namun, melihat perkembangannya dalam dua tahun ini, kesehatan mentalnya terlihat kian memburuk.

Pos terkait