Curah Hujan Masih Tinggi, Banjir di Kobar Kian Meluas

9 banjir aruta (1)
KEBANJIRAN: Sejumlah RT di Kelurahan Pangkut terendam banjir, kawasan seberang juga menjadi lokasi terdampak luapan Sungai Arut. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sejak Sabtu (3/9), membuat debit air di bagian hulu Sungai Arut terus meningkat. Meski belum berdampak signifikan, sejumlah rumah sudah mulai terendam. Begitu pula dengan jalan permukiman. Banjir juga menerjang sejumlah desa di kecamatan paling ujung di Kotawaringin Barat tersebut.

Tim Patroli dari Polsek, Koramil Arut Utara, kelurahan, dan Kecamatan Arut Utara terus memantau kondisi masyarakat dan ketinggian air.

Bacaan Lainnya

”Mengingat bahwa hujan masih turun, warga diminta waspada dan mengimbau agar ketika banjir meninggi, warga segera mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Camat Arut Utara Amir Mahmud, Minggu (4/9).

Kapolsek Arut Utara Ipda Agung Sugiarto mengatakan, hujan yang terus mengguyur hingga Minggu berakibat pada peningkatan debit air, sehingga beberapa rumah warga mengalami kebanjiran.

”Kami monitoring bersama Koramil dan Pemerintah Kecamatan Aruta sekaligus mengimbau agar warga waspada terhadap banjir luapan Sungai Arut,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalur Darat Mulai Padat, Tiket Bus Ludes di Tanggal Ini

Selain itu, warga juga diminta untuk memperhatikan kelistrikan di rumah masing-masing, karena potensi korsleting dna juga tersengat listrik akibat rendaman banjir akan sangat membahayakan.

”Saat patroli kami sekalian menyerahkan bantuan pangan untuk warga terdampak banjir,” katanya.

Menurutnya warga di RT 01, 03 dan 04 Kelurahan Pangkut menjadi yang paling terdampak termasuk kawasan seberang. Informasi yang mereka terima, banjir juga menggenangi permukiman sejumlah desa seperti Desa Kerabu, Riam, Nanga Mua, dan Sambi.

”Ketinggian air bervariatif dan permukiman warga di Kelurahan Pangkut maupun di desa memang rawan banjir saat kondisi air pasang seperti saat ini, karena berada di tepian sungai,” katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Martogi Sialagan mengatakan, info yang mereka terima dari Kelurahan Pangkut, ketinggian air di sejumlah RT antara 60 sentimeter hingga satu meter.

”Sementara ini masih aman, pengungsi belum ada, namun posko banjir sudah siap bila sewaktu-waktu ada pengungsi,” ujarnya. (tyo/sla)



Pos terkait