Daerah Hulu Banjir Lagi, Sembilan Kecamatan di Kotim Jadi Langganan Banjir

banjir
LANGGANAN Banjir di wilayah hulu Kabupaten Kotawaringin Timur.

SAMPIT, RadarSampit.com – Wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kebanjiran setelah hujan deras pada Jumat (29/7) hingga Sabtu (30/7) dini hari.

“Informasi yang saya terima hujan deras membuat beberapa desa di wilayah utara banjir. Air sudah mulai naik dari jam 7 pagi di wilayah Kecamatan Bukit Santuai, Antang Kalang dan Tualan Hulu,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel, Sabtu (30/7).

Bacaan Lainnya

Rihel mengatakan, belum ada laporan secara resmi yang disampaikan pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan kepada BPBD Kotim. Namun, diperkirakan genangan air akan terus naik dan dirasakan dampaknya oleh desa-desa di wilayah utara.

“Jalan umum di Desa Tumbang Kalang mulai tenggelam, apabila malam ini hujan lebat lagi, maka desa di bawah Tumbang Kalang pasti ikut terdampak banjir, seperti di Desa Rantau Katang, Tumbang Boloi, Tumbang Sangai, Tukang Langit, Tanjung Jariangau, Kuala Kuayan sebelah hilir. Genangan air akan terus bergerak, berurutan dan sampai terakhir dampak banjir akan dirasakan paling lawas terendam di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi,” katanya.

Baca Juga :  Penghapusan Denda Pajak Masih Empat Hari Lagi

Berdasarkan pengalaman BPBD dalam penanganan banjir, genangan banjir bertahan 2-7 hari tergantung lokasi desanya. Seperti Desa Mirah dan Desa Mujam dan sekitarnya yang termasuk wilayah Kecamatan Tualan Hulu biasanya terendam selama 2-3 hari.

“Genangan banjir bertahan 2-3 hari, setelah itu lekas surutnya. Yang pastinya jalan desanya yang terendam. Kalau rumah warga ada beberapa saja yang terendam sampai masuk rumah, asalkan tidak hujan terus-terusan, genangan banjir tidak sampai naik rumah warga, kecuali rumahnya sudah di dataran tanah yang rendah dan dekat bantaran sungai, sudah pasti berisiko tergenang banjir,” ujarnya.

Pos terkait